Dalam posisinya tersebut, Jumhur berperan dalam pengelolaan penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, termasuk perlindungan terhadap pekerja migran. Ia menjabat selama 7 tahun hingga Presiden SBY memberhentikan dirinya pada bulan Maret 2014.
Jumhur aktif dalam dunia perburuhan dengan mendirikan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo).
Sebagai Ketua Gaspermindo, Jumhur kerap menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.
Ia juga menjadi Aktivis Kialisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan pernah ditangkap pada tahun 2020 dan dipenjara selama 7 bulan, karena keterlibatannya terkait dengan Undang Undang Cipta Kerja.
Saat ini, Jumhur Hidayat terpilih menjadi Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja (KSPSI) untuk periode tahun 2022-2027.
Dalam perjalanan kariernya, Jumhur juga pernah terlibat dalam dinamika politik nasional, termasuk menjadi salah satu tokoh yang cukup vokal dalam menyampaikan aspirasi publik di berbagai forum.
Jumhur Hidayat kini resmi menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Menariknya, sebelum pelantikan, ia terlihat diantar oleh rekan sesama aktivis seperti Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan.
Pelantikan Jumhur menjadi menteri menaruh perhatian pada bagaimana latar belakang aktivisnya akan memengaruhi kebijakan di sektor lingkungan.
Selain rekam jejaknya sebagai aktivis dan mantan menteri era SBY, laporan kekayaan Jumhur Hidayat turut menjadi perhatian.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumhur tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp2,27 miliar pada tahun 2007 saat menjabat sebagai Kepala BNP2TKI.
Jumlah tersebut kemudian menurun drastis. Kekayaan Jumhur tercatat jadi minus Rp3,37 miliar pada tahun 2014, tahun yang sama setelah ia berhenti menjabat jadi Kepala BNP2TKI.
Penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup memunculkan beragam respons. Sebagian pihak menilai latar belakangnya sebagai aktivis bisa membawa perspektif baru dalam pengelolaan lingkungan yang lebih berpihak pada masyarakat.
Namun, tak sedikit pula yang menunggu langkah konkret yang akan diambilnya, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan di Indonesia, mulai dari deforestasi, pencemaran, hingga krisis iklim.
Dengan rekam jejak panjang di dunia aktivisme dan pemerintahan, publik kini menantikan bagaimana Jumhur Hidayat menjalankan amanah barunya di kabinet.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!