SketsaNusantara.id - Nama Jumhur Hidayat tengah ramai jadi sorotan, setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik lima pejabat baru dalam reshuffle kabinet pada hari Senin, 27 April 2026.
Jumhur HIdayat dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, menggantikan menteri sebelumnya, Hanif Faisol.
Sosoknya menarik perhatian karena Jumhur dikenal sebagai aktivis yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Reshuffle Kabinet, 6 Pejabat Dilantik di Istana Negara, Siapa Saja?
Berikut profil Jumhur Hidayat dan rekam jejaknya di dunia politik, hingga jumlah kekayaannya yang tak luput jadi sorotan, sebagaimana dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.
Muhammad Jumhur Hidayat dikenal sebagai aktivis pergerakan dan pemberdayaan rakyat. Pria kelahiran Bandung, 18 Februari 1968 itu merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara, putra dari seorang pejabat di Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia).
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Jakarta dan sempat pindah beberapa kali ke Denpasar, Bali lalu lulus dari SMAN 3 Bandung.
Jumhur sempat kuliah mengambil Jurusan Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1986.
Sedari muda, Jumhur dikenal sebagai sosok aktivis yang vokal memperjuangkan hak-hak rakyat. Ia berulang kali mengikuti aksi demonstrasi, bahkan sampai dipenjara karena terlibat dalam aksi mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini pada tahun 1989.
Status kemahasiswaannya dicopot oleh Rektor ITB dan ditahan 3 tahun penjara bersama kelima temannya. Setelah bebas tahun 1992, Jumhur mulai aktif berorganisasi dan kembali berkuliah di Teknik Fisia Universitas Nasional (Unas) hingga lulus tahun 1996.
Beberapa tahun kemudian, Jumhur memulai meniti karir politiknya dengan bergabung dalam Partai Daulat Rakyat (PDR) pada tahun 1999.
Pria yang hobi bermain musik ini, menikah pada tahun 2007 dengan Finalis Puteri Indonesia 2001, Alia Febyani Prabandari dan dikaruniai 4 orang anak.
Namanya mulai dikenal luas setelah Jumhur Hidayat dipercaya memimpin BNP2TKI (kini berganti nama menjadi BP2MI).