Pemenuhan standar ramah lingkungan menjadi faktor penting dalam persaingan pasar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan konsumen terhadap produk berkelanjutan. Dengan demikian, daya saing pelaku usaha turut terdorong.
Program ini juga mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan limbah. Pelaku usaha mendapatkan peningkatan kapasitas dalam menangani limbah secara bertanggung jawab. Proses produksi menjadi lebih terarah dan terukur.
Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan dapat diperluas. Sentra batik di berbagai daerah berpotensi menerapkan pendekatan serupa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri batik nasional.
IFG menempatkan program ini sebagai bagian dari integrasi prinsip ESG. Upaya tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Melalui langkah ini, kontribusi terhadap industri berkelanjutan terus ditingkatkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!