SketsaNusantara.id – Dunia pendidikan tanah air kembali diuji dengan sebuah insiden yang menyayat hati antara siswa dan guru pendidik.
Peristiwa ini juga sekaligus memberikan pelajaran mendalam tentang makna kesabaran seorang pendidik.
Sebelumnya viral Ibu Samsiah atau yang akrab dipanggil Ibu Atun, seorang guru PKN di SMAN 1 Purwakarta, diolok-olok hingga muridnya mengacungkan jari tengah di dalam kelas.
Baca Juga: Apa Itu Kanker Serviks? 1800 Perempuan di Malang Jalani Skrining Serentak dan Puluhan Terdeteksi
Setelah peristiwa itu viral, alih-alih menempuh jalur hukum terhadap apa yng dilakukan murid-muridnya yang masuk pada kategori kekerasan verbal, ia justru memanfaatkan.
Kejadian tersebut bermula ketika sebuah video amatir beredar, memperlihatkan suasana kelas di mana sejumlah siswa melontarkan kata-kata yang tidak pantas dan olok-olok yang ditujukan langsung kepada Atun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Tindakan tersebut dinilai banyak pihak telah melampaui batas etika dan sopan santun terhadap sosok orang tua di sekolah.
Setelah viral dan mendapatkan kecaman, 9 murid pelaku tersebut kemudian membuat video permintaan maaf dan berjanji tak akan mengulangi.
Sementara itu, saat ditemui untuk memberikan klarifikasi, guru Atun justru menunjukkan ketenangan yang mengharukan.
Ia mengakui bahwa tindakan para siswanya memang menyakitkan secara emosional, namun ia memilih untuk memandangnya dari sudut pandang seorang ibu.
"Saya memang sedih tapi keimanan saya tak akan dirusak oleh sedih dan sakit yang manusiawi," ungkap Atun dikutip dari akun tiktok @purwakarta update.
"Saya sudah memaafkan bahkan mendoakan dan anak-anak sudah menangis karena kesalahannya," imbuhnya.