SketsaNusantara.id - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak kembali menjadi perhatian publik.
Setelah beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami lonjakan, muncul pertanyaan mengenai nasib Pertamax ke depan.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kemungkinan penyesuaian harga tetap terbuka.
Hal ini berkaitan dengan mekanisme harga BBM nonsubsidi yang mengikuti fluktuasi minyak dunia. Kondisi tersebut membuat harga dapat berubah sewaktu-waktu.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menjawab pertanyaan awak media usai konferensi pers pada Senin, 20 April 2026. Ia menegaskan bahwa skema penyesuaian merupakan bagian dari kebijakan yang berlaku.
Baca Juga: Benarkah Harga BBM Naik per 1 April? Ini Konferensi Pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
“Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM nonsubsidi, itu ada penyesuaian harga,” ucap Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan secara bertahap dengan melihat perkembangan harga global. Jika harga minyak dunia turun, maka penyesuaian tidak akan terjadi.
Sebaliknya, jika harga tetap tinggi, maka kemungkinan penyesuaian akan dilakukan. Pemerintah tetap mengacu pada aturan yang mengatur mekanisme harga BBM nonsubsidi.
Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah hanya menjamin stabilitas harga untuk BBM subsidi. Sementara itu, BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang diatur dalam keputusan menteri terkait.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengingatkan masyarakat agar tidak beralih dari BBM nonsubsidi ke subsidi. Hal tersebut dinilai dapat mengganggu distribusi bagi kelompok yang berhak.
“Karena harga BBM RON 98 naik, kemudian masuk ke subsidi. Itu namanya mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa nggak malu?” ucapnya.