Selain itu, sekolah dilaporkan telah menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama 19 hari. Sanksi tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari pembinaan terhadap siswa yang terlibat.
Dedi Mulyadi juga memberikan pandangan terkait bentuk sanksi yang dapat diterapkan. Ia menyarankan agar hukuman lebih diarahkan pada kegiatan yang memiliki nilai pembelajaran.
Menurutnya, bentuk pembinaan seperti membersihkan lingkungan sekolah dapat menjadi alternatif. Kegiatan tersebut dinilai dapat memberikan dampak pada pembentukan karakter siswa.
Hingga saat ini, pihak SMAN 1 Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait video yang beredar. Peristiwa tersebut masih menjadi perhatian publik di media sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!