news

Analisis CCTV, Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Sudah Membuntuti Korban

Senin, 16 Maret 2026 | 19:00 WIB
Aktivis Andrie Yunus (X @erasmus70)

SketsaNusantara.id – Teka-teki di balik aksi penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus mulai menemui titik terang.

Polisi kini mulai mengungkapkan hasil analisis mendalam terhadap sejumlah rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, kepolisian telah membentuk Tim Gabungan Pengungkapan Perkara untuk mengungkap tragedi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Baca Juga: Ciri-Ciri Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Terungkap, KontraS Beberkan Detail dari Rekaman CCTV

"Polri didalam menangani perkara ini, kami saat ini sudah membentuk tim pengungkapan perkara," ungkap Kombes Pol Iman Imaduddin dari Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Kini Polda Metro Jaya telah bisa memberikan analisisnya berdasarkan hasil analisa dari 86 titik kamera pengawas yang telah mereka ambil.

Dari kamera-kamera pengawas tersebut kemudian polisi bisa memberikan analisa para pelaku penyiraman mulai dari berangkat dan kembalinya.

Baca Juga: Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras Jadi Sorotan, Kapolri Instruksikan Polda Metro Jaya Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku

Berdasarkan dari puluhan kamera pengawas itu, pihak kepolisian menemukan indikasi kuat bahwa aksi ini telah direncanakan dengan matang.

Pihak penyidik mengungkapkan bahwa pelaku tidak beraksi secara spontan, melainkan telah membuntuti pergerakan korban beberapa saat sebelum eksekusi dilakukan.

"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti korban sejak sebelum kejadian,"ungkapnya.

"Pergerakan para pelaku dideteksi melalui titik kamera pengawas mulai jalur pergerakan dari Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal sekitar stasiun Gambir," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari tim analisis digital forensik, rekaman dari tiga titik berbeda menunjukkan siluet pengendara motor yang konsisten berada di belakang kendaraan Andrie Yunus. 

Pelaku diduga sudah memantau rutinitas korban untuk menentukan titik terlemah di jalur yang biasa dilalui.

Halaman:

Tags

Terkini