news

PAMKI Ingatkan Publik Tetap Tenang namun Waspada, Fakta Super Influenza di Indonesia Perlu Dipahami Bersama

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami gejala “Super Influenza”. (Freepik/freepik)

SketsaNusantara.id - Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) mengeluarkan penjelasan resmi terkait istilah yang belakangan ramai diperbincangkan publik, yakni “Super Influenza” atau yang kerap disebut “super flu”.

Melalui rilis edukatif yang disampaikan kepada masyarakat, PAMKI menegaskan bahwa istilah tersebut bukanlah terminologi medis resmi, namun merujuk pada varian influenza yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dibanding influenza musiman biasa.

Dalam materi edukasi yang dirilis PAMKI, dijelaskan bahwa “super influenza” merupakan sebutan populer bagi virus influenza A (H3N2) subclade K.

Baca Juga: Pulihkan Trauma Pasca-Bencana, PMI Hadirkan Layanan Psikososial untuk Ratusan Anak Sekolah di Sibolga dan Tapanuli Tengah

“Istilah super influenza sebenarnya bukan istilah medis resmi, melainkan sebutan populer virus influenza yang menyebar dengan cepat,” demikian tertulis dalam rilis PAMKI bertanggal 12 Januari 2026, sebagaimana dihimpun SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @pamki_pusat.

Virus ini bukanlah virus baru, melainkan varian dari influenza musiman yang mengalami mutasi genetik sehingga lebih mudah menular.

PAMKI menekankan bahwa meskipun bukan pandemi baru, influenza tetap merupakan penyakit serius yang tidak boleh diremehkan.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Mamuju Berujung Ricuh Sejumlah Polisi Alami Luka dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada tanpa harus panik berlebihan.

“Super influenza bukanlah pandemi baru, melainkan pengingat bahwa influenza tetap merupakan penyakit serius yang tidak boleh diremehkan,” demikian keterangan lanjutan dari unggahan PAMKI.

PAMKI memaparkan sejumlah gejala umum yang dapat muncul pada individu yang terinfeksi influenza varian ini.

Gejala tersebut antara lain demam, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, lemas dan kelelahan, serta nyeri otot.

Baca Juga: Masyarakat Korban Banjir Aceh Menjerit Tak Dapat Bantuan, DPRK Bireuen Temukan Timbunan Puluhan Ton Bantuan di Gudang BPBD Yang Hampir Kadaluarsa

Gejala-gejala tersebut secara klinis mirip dengan influenza pada umumnya, namun pada beberapa kasus dapat berkembang lebih cepat dan berat, terutama pada kelompok rentan.

Halaman:

Tags

Terkini