news

4 Fakta Banjir di Kudus, Picu Kemacetan di Jalur Pantura hingga Rusak Ribuan Rumah Warga

Senin, 12 Januari 2026 | 08:39 WIB
Kondisi sejumlah wilayah di Kudus pasca dilanda banjir bandang (Kolase Instagram/@tempuradventure, @muria24jam, @jeparaxplore)

SketsaNusantara.id - Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sejak Jumat, 9 Desember 2025.

Banjir di Kudus kian jadi sorotan pasca beredarnya video amatir yang memperlihatkan derasnya arus yang meluap hingga menghanyutkan 1 unit mobil.

“Sebuah mobil hanyut terbawa arus air sungai di Kedungsari, Gebog, Kabupaten Kudus,” tulis akun @Jateng_Twit.

Baca Juga: Otorita IKN Fokus Kendalikan Banjir Tahun Ini, Dari Normalisasi Sungai hingga Infrastruktur untuk Kurangi Risiko Genangan Berkepanjangan

Hingga hari ini, Senin 12 Januari 2026, sejumlah wilayah masih tergenang banjir meski ketinggian air mulai turun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat, banjir bandang yang melanda menyebabkan sejumlah kerusakan.

Selain merusak ribuan rumah warga, banjir juga sempat membuat jalur Pantura macet akibat luapan air.

Dirangkum tim redaksi, berikut ini 4 fakta terkait bencana banjir di Kudus, Jawa Tengah.

Baca Juga: 3 Hari Latihan PMI Jember dan PMI Jepang Berakhir Simulasi Banjir Bandang, Fokus Manajemen Posko dan Koordinasi Lapangan 

1. Kronologi Banjir di Kudus

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi BNPB, banjir melanda Kabupaten Kudus pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

Banjir dipicu naiknya debit air 3 sungai di wilayah hulu pegunungan Muria usai hujan yang turun sejak Jumat pagi.

Hujan yang tak kunjung reda membuat banjir kian meluas hingga menyebar ke 6 kecamatan.

Per Minggu, 11 Januari 2025, BPBD KUdus melaporkan, banjir di sejumlah wilayah sudah mulai surut.

Halaman:

Tags

Terkini