news

Kronologi Pesawat Super Air Jet Delay dan Cancel Mendadak dengan Alasan Bandara Sedang Diaspal, Sosok Ini Terciduk Jadi Salah Satu Penumpang

Sabtu, 12 Juli 2025 | 13:45 WIB
Maskapai Super Air Jet dikecam usai batalkan penerbangan di Denpasar, ini respons penumpang dan Ridwan Kamil yang turut menjadi korban. (TikTok/vindy_vdhl19)

Para penumpang yang terdampak keterlambatan terus meminta kepada Ridwan Kamil untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Jalan Utama Jember Banyuwangi Ditutup Total Selama 2 Bulan, Ini Jalur Alternatif Melintasi Gumitir, Lewat Makadam dan Area Perkebunan?

“Tunjukkan powermu, Pak,” sahut penumpang lain yang juga terkena delay.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ridwan Kamil hanya berseloroh bahwa dirinya sudah bukan pejabat lagi sehingga tidak lagi memiliki power.

“Sudah bukan pejabat lagi,” canda Ridwan Kamil.

Saat suasana kian memanas karena banyaknya keluhan penumpang, Ridwan Kamil pun mencoba untuk berbicara dengan kepala bandara.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Usulkan 10 Koperasi Khusus Salurkan Distribusi Pupuk Subsidi dan Non Subsidi

“Pilot itu yang menentukan terbang atau tidak terbangnya, aman tidak amannya. Makanya harus kaptennya yang menjelaskan,” kata Ridwan Kamil.

Pemilik video juga terus berujar dan membandingkan Super Air Jet dengan maskapai lain.

“Tiba-tiba banget diaspal. Trans Nusa itu jam 01:20 WITA itu berangkat lho, Pak. kenapa tiba-tiba Trans Nusa berangkat langsung ngaspal? Kan nggak mungkin, Pak,” seru si perekam video.

Ridwan Kamil berpendapat kalau yang menentukan terbang atau tidaknya sebuah pesawat adalah kapten pesawatnya.

“Kalau logika saya yang menyatakan layak terbang atau tidak kayak terbang harus kapten pesawatnya,” jelas pria yang kerap disapa RK ini.

Mendengar penuturan Ridwan Kamil, pihak bandara menjelaskan kalau bandara ditutup sementara karena ada pengaspalan dari jam 2 sampai jam 7 pagi.

“Ada penutupan bandara dari jam 2 sampai jam 7 proses pengerjaan pengaspalan landasan,” kata pemimpin bandara yang diketahui bernama Made tersebut.

Ridwan Kamil menanggapi argumen tersebut dengan membandingkannya dengan kepentingan para penumpang.

Halaman:

Tags

Terkini