Kondisi ini pertama kali muncul setelah Jokowi pulang dari kunjungan ke Vatikan pada akhir April 2025 lalu untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.
Diduga, perubahan cuaca ekstrem di Vatikan menjadi pemicu alergi tersebut, meski penyebab pastinya belum dijelaskan secara rinci.
"Kalo kemungkinan ada autoimun atau penyebab lebih jelasnya itu ya dokter yang bisa menjelaskan secara rinci," kata Syarif.
Baca Juga: 5 Pernyataan Pedas Roy Suryo tentang Ijazah Jokowi: Kita Tertawakan Saja!
Syarif juga membantah Jokowi terkena Stevens Johnson Syndrome dan menyebut proses penyembuhannya kini makin membaik.
"Nggak ada sih itu hoaks aja, karena kondisi Bapak (Jokowi) sekarang ini memang masih dalam masa penyembuhan dan makin membaik, sangat membaik," tandasnya.
Kondisi Jokowi ini memicu beragam reaksi dari publik, termasuk dari tokoh-tokoh yang dikenal kritis terhadap pemerintahannya.
Anies Baswedan yang sering dikaitkan dengan kubu oposisi, memberikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus mendoakan kesembuhan Jokowi.
Begitu pula dengan Dokter Tifa, penggiat media sosial yang kerap mengkritik Jokowi, yang belum lama ini ikut mengkritik soal isu ijazah, turut menyampaikan doa agar mantan presiden RI ini segera pulih.
"Pak Jokowi padahal hari ini ulang tahun tapi sepertinya masih sakit. Sebagai Dokter dan sesama manusia, saya khawatir terhadap kesehatan beliau," tulis Dokter Tifa dalam cuitannya yang diunggah hari Sabtu, 21 Juni 2025.
"Semoga lekas sembuh, Pak Jokowi. Segera ke Rumah Sakit, jangan hanya rawat jalan. Jangan anggap remeh hanya Alergi Kulit biasa, lebih baik segera mendapat perawatan intensif ke Rumah Sakit terbaik," tuturnya.
Pengamat politik lainnya juga menunjukkan empati dalam lingkup kemanusiaan, meskipun tidak mengurangi kritik mereka terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi di masa lalu.
Sikap ini menunjukkan bahwa di tengah perbedaan pandangan politik, rasa kemanusiaan tetap dijunjung tinggi dengan mendoakan Jokowi segera pulih dari penyakitnya.