SketsaNusantara.id - Belum lama ini, beredar sebuah video viral yang menunjukkan seorang pria diduga jadi korban gendam atau hipnotis.
Dalam video yang diunggah akun X @B3doel__ terlihat seorang pria berjalan di tengah Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 8 Mei 2025.
Pria berbaju merah terus berjalan tepat di garis tengah jalanan sambil memegang ponsel tanpa menghiraukan lalu lintas di sekitarnya.
Kejadian ini menimbulkan kecurigaan lantaran pria tersebut tampak terpaku mendengarkan sesuatu dari handphone, seolah-olah berada dalam kondisi tidak sadar.
Beberapa orang, termasuk pengemudi ojek, berusaha menepuk pundaknya untuk menyadarkannya, namun pria tersebut tetap berjalan tanpa mempedulikan lingkungan sekitar.
Aksi ini menimbulkan kemacetan di sekitaran Kebon Jeruk Jakarta. Tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga memicu kekhawatiran akan potensi terjadinya kecelakaan karena pria tersebut tidak memperhatikan kendaraan yang melintas.
Warganet yang merekam kejadian ini curiga pria yang berjalan di tengah jalan Kebon Jeruk diduga terkena hipnotis melalui sambungan telepon.
Lantas, benarkah hipnotis bisa dilakukan melalui panggilan telepon? Peristiwa ini bisa dijelaskan secara ilmiah melalui pendekatan ilmu psikologi.
Hipnotis atau yang biasa dikenal dengan sebutan gendam, merupakan tindakan menyampaikan sugesti atau pesan tertentu kepada pikiran bawah sadar seseorang.
Ratna Yunita, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyebut metode ini bisa digunakan untuk kegiatan positif untuk diterapkan dalam terapi seperti penyembuhan trauma. Namun, terkadang hipnotis disalahgunakan untuk niat jahat seperti melakukan penipuan dan tindak kriminal lainnya.
Menariknya, hipnotis ternyata bisa dilakukan tanpa tatap muka langsung bahkan bisa dilakukan online dan dikendalikan dari jarak jauh melalui panggilan telepon.