news

Heboh Ayam Goreng Tapi Tak Halal, Karyawan Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Masakan Rumah Makan Legendaris di Solo

Senin, 26 Mei 2025 | 20:53 WIB
Penampakan ayam goreng tak halal di Solo (Tangkapan layar YouTube Liputan6 )

SketsaNusantara.id - Sebuah rumah makan legendaris yang menjual ayam goreng di Solo mendapat banyak kecaman netizen.

Bukan hanya mendapatkan kecamanan, rumah makan legendaris yang sudah berdiri sejak 52 tahun tersebut kini mendapatkan rating bintang 1 di aplikasi.

Rumah makan yang spesial menjual ayam goreng ini dikecam setelah mengakui bahwa ayam goreng legendaris mereka tak halal setelah puluhan tahun dikonsumsi dari berbagai kalangan termasuk muslim tentunya.

Baca Juga: Fakta Terbaru Kasus Christiano Tarigan! Mahasiswa FEB UGM yang Tabrak Argo Ericko Achfandi hingga Tewas, Candaan di Close Fried Jadi Sorotan

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Liputan6, usai memberikan pernyataan bahwa ayam goreng buatan mereka tak halal maka pernyataan tersebut menimbulkan banyak reaksi, kecaman sudah tentu.

Para pelanggan merasa diprank sehingga menimbulkan rasa geram dan disorot banyak pihak yang merasa tertipu.

Nama rumah makan tersebut adalah Ayam Goreng Widuran Solo, dalam unggahannya di Instagram @ayamgorengwiduransolo mereka sampaikan permohonan maaf dan menyatakan kini mereka akan mencantumkan label non halal.

Baca Juga: Siapa Ayah Christiano Tarigan? Profil Setia Budi Tarigan Bos Leasing yang Diduga Orang Tua Penabrak Mahasiswa UGM

Untuk itu usai menimbulkan kegaduhan, rumah makan ayam goreng Widuran tersebut didatangi oleh walikota Solo Respati Ardi.

Walikota Solo kemudian meminta kepada pemilik warung yang berdiri sejak 1973 tersebut untuk ditutup sementara untuk assasment ulang.

"Saya tawarkan apabila memang mau menyatakan halal silahkan, kalau tidak maka silahkan cantumkan tak halal," tegas Respati Ardi.

Baca Juga: Hasil Urine Christiano Tarigan Negatif Alkohol dan Narkoba, Polisi Ungkap Penyebab Lain Terjadinya Kecelakaan

"Hari ini bisa ditutup untuk assasment ulang," imbuhnya.

Selain menutup sementara, petugas juga mengambil sampel untuk di uji oleh BPOM dan akan diawasi oleh instansi terkait.

Halaman:

Tags

Terkini