SketsaNusantara.id - Lampung kembali ramai jadi sorotan publik. Rumah dan kendaraan milik Kepala Desa (Kades) Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah dibakar massa pada hari Sabtu, 17 Mei 2025.
Peristiwa ini jadi perbincangan hangat di media sosial usai beredar foto-foto bangunan dan kendaraan milik Kades di Lampung Tengah ludes terbakar.
Insiden terjadi akibat adanya dugaan korupsi penyelewengan dana bansos yang memicu amarah warga. Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi dan apa penyebabnya?
Dilansir dari akun Instagram @tante.rempong.official, diketahui kejadian ini bermula dari Kades Sukardi yang diduga menjual 4 ton beras senilai Rp 36 juta. Padahal beras tersebut seharusnya dibagikan secara gratis untuk masyarakat kurang mampu.
Duduk perkara kasus ini bermula ketika seorang warga bernama Deki mengaku melihat langsung beras bansos dikeluarkan dari kantor kades pada malam hari.
Dugaan penyelewengan bantuan sosial pun mencuat setelah Deki mengikuti kendaraan pengangkut beras dari kantor kades hingga ke lokasi tujuan, yang ternyata dijual ke pondok pesantren.
"Bantuan beras di kampung kami memang selalu bermasalah, sudah 4 kali ini bantuan beras untuk warga miskin di daerah kami tidak jelas larinya kemana," ungkap Deki, dikutip dari unggahan akun Instagram @tante.rempong.official hari Senin, 19 Mei 2025.
Isu ini kemudian ramai dibicarakan di media sosial yang kemudian memicu cekcok antara seorang warga bernama Surya dan kerabat Kades, Agus Sadewo.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra, menjelaskan bahwa keduanya pernah berselisih di media sosial terkait dugaan penyelewengan bansos oleh Kades Sukardi.
Pertengkaran ini berujung tragis saat terjadi duel maut hingga terjadi penusukan yang dilakukan Agus hingga menewaskan Surya. Kejadian ini kemudian memicu emosi warga yang tak terbendung.
Amarah massa memuncak setelah kabar kematian Surya menyebar. Warga yang marah menyerbu rumah Kades Sukardi, membakar tiga bangunan dan merusak sekitar 15 kendaraan yang berada di lokasi.