3. Netizen: "Copy Paste Tanpa Rasa"
Banyak netizen menyebut video Gibran sebagai "template Ferry versi instan".
Salah satu komentar yang viral berbunyi, “style bisa dicopy, isi kepala sendiri-sendiri.”
Gaya bicara yang terkesan membaca naskah juga memperkuat kesan bahwa Gibran tak menguasai materi.
4. Ferry Bikin Konten Tandingan: Sama Judul, Beda Kelas
Tak lama setelah video Gibran ramai dibahas, Ferry Irwandi merilis video dengan judul serupa, namun berdurasi lebih panjang dan penuh data.
Alih-alih menanggapi secara frontal, Ferry justru “membalas” lewat kualitas.
Terlebih lagi, Ferry membuat konten tandingan tersebut tanpa prompter, soundtrack, dan hanya dilakukan dengan satu kali pengambilan (take), tanpa interupsi atau potongan gambar selama durasi yang ditentukan.
“Kita nggak usah pakai prompter, kita nggah usah pakai editan-editan yang kayak teks everywhere gitu loh, dan nggak usah pakai soundtrack, kita bikin simpel aja, no prompter, one shoot take,” ucap Ferry dilansir SketsaNusantara.id dari akun Youtube pribadinya.
5. Ferry Kupas Tuntas dengan Data dan Riset
Dalam video berdurasi 16 menit, Ferry mengurai isu bonus demografi dengan pendekatan akademik dan storytelling khasnya.
Ia membahas kebijakan, tren tenaga kerja muda, hingga tantangan teknologi, semua disampaikan ringan tapi berbobot.