Kekecewaan muncul karena Tugu Titik Nol, sebagai simbol awal pembangunan IKN, seharusnya merepresentasikan profesionalisme, bukan kelalaian. Apalagi proyek ini menelan dana ratusan triliun.
Netizen menyebut penutupan tulisan Lorem Ipsum ini malah mengundang komentar satir. Netizen menyebut "blunder" di IKN malah buang-buang anggaran.
"Itu nutupnya pakai apa ya? Polibag? Jas hujan? Itu berarti buang-buang anggaran ya. Udah dicetak, dipasang, eh viral. Ditutup, dibenerin, buat baru nambah anggaran lagi dong," sindir salah satu netizen di X.
"Kepercayaan rakyat udah rendah sama pemerintah, ternyata masih bisa lebih rendah lagi, makin cemas uang negara dari pajak rakyat malah dibuang-buang bikin IKN yang dikerjain asal-asalan," komentar netizen lainnya.
"Beneran ini mengecewakan banget, kalo belum final dipasang malah jadinya kena biayanya dobel, kerja dua kali. Katanya efisiensi? Tapi, kok mengerjakan sesuatu sama sekali ga efisien," sindir netizen lainnya.
Meski blunder ini terlihat seperti kesalahan sepele, dampaknya besar terhadap citra IKN.
Namun, sebagian warganet menilai penutupan plakat oleh Otorita IKN sebagai respons cepat atas kritik publik.
Masyarakat berharap perbaikan lanjutan akan menjadikan IKN sebagai simbol yang bisa dibanggakan, bukan jadi bahan tertawaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini