news

Tak Dilarang, Tapi Minta Klarifikasi? Polda Jateng Banjir Hujatan Usai Mengaku Temui Band Sukatani hingga Lagu Bayar Bayar Bayar Dihapus

Sabtu, 22 Februari 2025 | 07:19 WIB
Potret Band Sukatani yang lagunya ditarik dari peredaran gegara sampaikan kritik untuk polisi. (Instagram/sukatani.band)

Kombes Pol Artanto juga membantah adanya intervensi dari pihak kepolisian dalam video permintaan maaf yang dibuat Band Sukatani apalagi sampai melakukan intimidasi untuk meminta mereka menghapus lagu Bayar Bayar Bayar.

"Hasil klarifikasi kepada band tersebut, kita menghargai kegiatan berekspresi dan berpendapat melalui seni. Polri juga tidak anti kritik dan terbuka melalui seni atau pendapat atau kritikan tersebut," sambung Artanto.

"Jadi, video permintaan maaf itu merupakan inisiatif mereka sendiri. Kami tidak pernah meminta mereka untuk menghapus lagunya," tandasnya.

Baca Juga: Fanny Soegi Dukung Band Sukatani yang Karyanya Dibredel Polisi, Posting Lagu Gelap Gempita Sebagai Bentuk Melawan Ketidakadilan

Pihaknya pun tidak melarang jika Band Sukatani kembali menyanyikan lagu itu di kemudian hari.

"Ya monggo saja silahkan (diedarkan lagi), polri menghargai lagu tersebut sebagai bagian dari berekspresi dan berpendapat," pungkas Artanto.

Pernyataan dari Polda Jateng yang telah menemui Band Sukatani menuai kecaman dan membuat warganet semakin yakin bahwa ada intimidasi dari polisi kepada band tersebut untuk menghapus lagunya.

Baca Juga: Geger! Lagu Band Sukatani Dibredel Polisi, Cuitan Lawas Wanda Hamidah Mendadak Viral, Ada Apa?

Banyak warganet yang mengecam tindakan Polda Jateng menemui Band Sukatani yang dianggap sebagai tindakan represif untuk mengekang kebebasan berekspresi menyampaikan keluhan rakyat melalui musik.

Warganet mempertanyakan tindakan Band Sukatani yang mendadak minta maaf bahkan sampai harus menghapus lagu ciptaannya, padahal lagu tersebut sesuai dengan kenyataan.

Pengakuan dari Polda Jateng menguak bahwa ada intervensi atau campur tangan polisi dengan mendatangi Band Sukatani, hingga akhirnya dua personel band tersebut menyampaikan permintaan maaf.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Band Sukatani: Post Punk, Lagu Dilarang, dan Balaclava Jadi Simbol Perlawanan

Apalagi band punk yang mengenakan topeng saat manggung itu harus membuka identitasnya dalam video klarifikasi hingga menghapus lagu ciptaan mereka.

Warganet pun memberikan sindiran pedas pada Polda Jateng yang tak hanya melakukan klarifikasi tetapi juga intimidasi secara tidak langsung sehingga Band Sukatani menghapus lagunya di medsos.

"Ngaku juga kan, kalau polisi ternyata datengin (Band Sukatani) duluan. Kalau gitu namanya intimidasi, bukan klarifikasi," komentar salah satu netizen.

Halaman:

Tags

Terkini