Sabtu, 15 Agustus 2026

Bukan Megathrust, Ini Penjelasan BMKG Terkait Gempa NTT 7,7 SR, Pelepasan Energi Besar di Patahan Busur Belakang Flores Picu Terjadinya Tsunami

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41 WIB
Analisis BMKG terkait gempa 7,7 SR yang berpusat di perairan Flores dan memicu tsunami hingga Sulawesi Selatan (bmkg.go.id)
Analisis BMKG terkait gempa 7,7 SR yang berpusat di perairan Flores dan memicu tsunami hingga Sulawesi Selatan (bmkg.go.id)

Wijayanto selaku Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG juga mengungkap bahwa gempa serupa pernah terjadi 3 dekade sebelumnya yang kembali melepaskan energi besar tahun ini.

"Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9 SR. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores," tutur Wijayanto.

Di tengah simpang siur informasi, BMKG juga memastikan bahwa gempa M 7,7 di Laut Flores ini bukan termasuk dalam kategori megathrust.

Gempa di perairan NTT dipicu akibat pelepasan energi cukup besar dalam lempeng atau sesar naik Flores Back-Arc Thrust yang posisinya berada di belakang busur kepulauan Flores, bukan di zona megathrust.

Baca Juga: BMKG Sebut Gempa Palu Dipicu Sesar Aktif dengan Mekanisme Geser Turun, Penampakan Kondisi Pesisir saat Air Laut Surut Pasca Gempa Jadi Sorotan

Meski gempa akibat sesar naik di perairan Flores berkekuatan tinggi yang menimbulkan dampak kerusakan, namun tak sering menimbulkan tsunami seperti yang terjadi di zona megathrust.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang juga mengatakan bahwa sumber gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores yang sebelumnya pernah terjadi tsunami pada tahun 1992.

Meski Peringatan Dini Tsunami telah diakhiri dan gelombang laut kembali normal, BMKG meminta masyarakat untuk sementara menjauhi pesisir di wilayah NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di Maluku Utara dau Sulawesi Utara Pasca Gempa 7,6 Magnitudo, Minta Warga Tenang dan Waspada

Masyarakat dianjurkan untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan pasca terjadi gempa, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

"Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab," pesan BMKG melalui situs resminya.

"BMKG terus memonitor perkembangan gempa bumi susulan serta dinamika tinggi muka laut secara real-time. Kami menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dengan selalu memantau pembaruan informasi dari aplikasi maupun, situs resmi, atau media sosial terverifikasi dari BMKG," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Sumber: bmkg.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X