SketsaNusantara.id – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Jawa Timur menjadi sorotan publik.
Keluhan warga ramai bermunculan di media sosial setelah listrik padam secara bergiliran yang terjadi pada siang hingga sore, maupun malam hari.
Dalam video yang dibagikan di Instagram dan Facebook, terlihat kondisi sejumlah wilayah yang mengalami pemadaman listrik berulang dalam dua hari terakhir.
Bahkan, sampai ada yang menggunakan Genset sebagai pengganti daya cadangan selama listrik mati, mengingat perangat elektronik tertentu bisa rusak jika terjadi mati lampu mendadak.
"Fenomena mati listrik sejak 2 hari kemarin, kalian terdampak?" tulis akun Instagram @jemberawesome yang ikut menyuarakan keluhan warga dalam unggahan hari Rabu, 10 Juni 2026.
"Listrik padam berjam-jam dalam 2 hari berturut-turut, warga Jember mengaku kebingungan dan aktivitas terganggu apalagi durasi mati lampu berlangsung hingga berjam-jam tanpa pemberitahuan sebelumnya," imbuh akun Instagram @infojember.
Berdasarkan laporan warga, pemadaman listrik terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Sejak hari Selasa, 9 Juni 2026, listrik padam dilaporkan terjadi di Kecamatan Sukorambi, Patrang, Sumbersari, Ajung, Balung, Tanggul hingga Kalisat.
Sehari kemudian pada hari Rabu, 10 Juni 2026, pemadaman kembali terjadi di sejumlah kawasan seperti Gumitir, Sidomulyo, Kaliwates, Sukorambi, Mayang, Tanggul termasuk di beberapa area sekitar kampus.
Tak hanya Jember, gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Timur (Jatim), termasuk Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, Probolinggo, Kediri, Trenggalek, Gresik, Lamongan hingga beberapa wilayah di Surabaya.
Kondisi tersebut memicu berbagai keluhan dari masyarakat yang aktivitas sehari-harinya terganggu akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang kali. Lantas, apa penyebab pemadaman listrik dan bagaimana tanggapan PLN mengenai hal ini?
Berdasarkan informasi yang beredar, diketahui bahwa penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Jatim, dipicu oleh kondisi defisit daya pada sistem kelistrikan.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menjelaskan bahwa pasokan listrik yang tersedia tampaknya tidak mencukupi kebutuhan sistem sehingga PLN terpaksa melakukan Manual Load Shedding (MLS) atau pelepasan beban secara bertahap untuk menjaga kestabilan jaringan listrik.
Artikel Terkait
Sinergi Energi Bersih Pertamina-PLN Didukung Danantara, 19 Proyek Panas Bumi Siap Dipercepat Hingga 1.130 MW
PLN Dorong Kemandirian Warga Binaan Lapas Nusakambangan Lewat Program FABA, Olah Limbah Jadi Produk Ekonomi
Pasokan BBM dan Listrik Terganggu akibat Banjir–Longsor Sumatera, PLN hingga Pertamina Ungkap Upaya Pemulihan dalam Rapat di Kemendagri
Heboh Utang PLN Tembus 711 Triliun, Warganet Soroti Gaji Direksi, Tunjangan hingga Bonus Tahunan: Nilainya Fantastis Mencapai Ratusan Miliar!
Viral! Kakek 83 Tahun di Nias Didatangi Petugas PLN, Meteran Dicabut Meski Penggunaan Listrik Sangat Hemat
Aceh hingga Riau Gelap Total, PLN Ungkap Penyebab Mati Lampu di Sumatera hingga Perkiraan Proses Pemulihan