"Ini contoh baik dalam merespon kritik. Kalau kritik bisa didengarkan dan diterima sebenernya bisa jadi alat untuk perubahan ke arah yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan dari masyarakat, karena MPR menunjukkan responsif dan punya integritas dikasus ini," tuturnya.
"Terimakasih buat teman-teman, semua yang ikut berpartisipasi menyuarakan dan membela ketidakadilan dilomba cerdas cermat LCC Kalimantan Barat," pungkasnya.
Unggahannya tersebut dibanjiri beragam komentar dari warganet. Tak sedikit yang ikut menyampaikan apresiasi, namun banyak pula yang mengaku tak setuju dengan keputusan MPR RI untuk mengulang lomba cerdas cermat.
Publik menilai keputusan tersebut hanya membuang waktu apalagi membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Banyak yang menyarankan pihak penyelenggara untuk membatalkan keputusan tersebut dan memfokuskan pada penghitungan ulang nilai antara tim SMAN 1 Pontianak dengan SMAN 1 Sambas.
"Lebih adil kalau: HITUNG ULANG SCORE saja, karena bukti tayangan ulangnya sudah ada, nyata dan jelas dan tidak buang-buang biaya," komentar akun @yuanitarohali yang merupakan kakak dari presenter Alya Rohali.
"Pak ngapain diulang?? Atuh buang-buang uang, waktu dan energi. Dihitung ulang aja dan berikan kemenangan pada yang pantas," imbuh @melanieputria yang merupakan akun milik Putri Indonesia 2002, Melanie Putria.
"Kalau diulang jadinya malah nggak adil buat peserta. Udah mereka dirugikan tenaga dan pikiran, sekarang mereka harus persiapan tanding lagi. Ini namanya MPR tidak mengakui bahwa yang kemarin terbukti josepha benar, seharusnya dianulir, cukup koreksi skor & dihitung ulang karena itu hak kebenaran tim josepha, ini pun mencederai keadilan bangsa," imbuh akun @iyasarifaah.
Sebelumnya, MPR RI menyatakan bahwa Final Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat akan diadakan dalam waktu secepat-cepatnya.
Keputusan ini diambil dengan beberapa pertimbangan setelah melakukan sejumlah evaluasi dan menilai lomba tersebut akan meningkatkan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang penting ditanamkan kepada pelajar SMA sebagai calon pemimpin bangsa dan agen perubahan di masa depan.
"MPR RI berkomitmen menjaga LCC Empat Pilar sebagai ruang pembelajaran yang menjunjung sportivitas, objektivitas, dan nilai kebangsaan," tulisnya melalui unggahan di akun Instagram @mprgoid pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
"Setelah melalukan langkah evaluasi dengan ini disampaikan tindak lanjut atas polemik yang terjadi, termasuk pelaksanaan pertandingan ulang untuk Provinsi Kalimantan Barat dengan melibatkan juri independen serta pengawasan langsung dari pimpinan," tuturnya.
Pimpinan MPR RI juga memastikan akan mengawasi langsung pelaksanaan ulang lomba dari awal hingga akhir guna menjamin proses berlangsung objektif dan transparan.
"Komitmen perbaikan ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan LCC Empat Pilar tetap menjadi ruang edukatif bagi generasi muda Indonesia," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Salsa Erwina Hutagalung Tantang Ahmad Syahroni Debat Terbuka, Siapa Sebenarnya Orang Ini?
Salsa Erwina Sampaikan Pesan Haru dan Tegas Soal Perjuangan Rakyat: Aku Titipkan Perjuangan Ini kepada Kalian
Salsa Erwina Hutagalung Apresiasi Pembatalan Aturan KPU yang Rahasiakan Dokumen Capres-Cawapres, Tegaskan Pentingnya Transparansi
Heboh! Beredar Kabar Josepha Alexandra Dapat Pesan Ancaman Somasi usai Polemik Lomba Cerdas Cermat Viral, Warganet Justru Curiga Gegara Ini
Final Lomba Cerdas Cermat tingkat Provinsi Kalimantan Barat Diulang Kembali, MPR RI Lakukan Pengawasan Langsung dengan Menggandeng Juri Independen