Tak hanya itu, unggahan Ocha juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan guru-gurunya. Salah satu guru SMAN 1 Pontianak bernama Rio Pratama, ikut menyampaikan pesan menyentuh melalui media sosial yang kemudian ikut viral.
"Kalian hebat, kalian keren. Kalau sesuatu itu benar, akan selalu benar dan yang salah akan tetap salah tanpa peduli kamu siapa,” tulisnya melalui unggahan di akun Instagram @bangyooo__.
"Anak-anak sudah sangat berbesar hati dan legowo atas proses (lomba cerdas cermat) kemarin. Kita memang belum dapat apa yang kita mau, tapi apa yang dilakukan ini, adalah ikhtiar agar lebih baik dari semua yang ada. Bapak bangga sekali dengan kalian semua," pungkasnya.
Kejadian yang dialami Ocha ini memicu protes. Pihak SMAN 1 Pontianak melalui akun juga meminta klarifikasi terbuka kepada penyelenggara lomba agar objektivitas dan integritas kompetisi tetap terjaga.
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, turut menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Dalam pernyataan tertulis di situs resmi MPR RI, Akbar menegaskan bahwa MPR RI akan melakukan evaluasi terhadap sistem penjurian dan pelaksanaan LCC Empat Pilar agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Lama Tak Muncul, Amien Rais Sebut Prabowo Pintar dan bakal Dukung Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR
MPR RI Cabut TAP MPRS, Nama Soekarno Bersih dari Tuduhan Orde Baru Atas Keterlibatannya dalam G30S PKI
Resmi Jadi Ketua MPR RI, Berapa Total Harta Kekayaan Ahmad Muzani? Loyalis Prabowo Ini Punya Tanah dan Bangunan Tersebar hingga ke Lampung
Tragedi di Kota Tual Maluku, Oknum Brimob Diduga Aniaya Kakak Beradik, Satu Pelajar Tewas
Kunto Aji Soroti Pelajar SMA Muhammadiyah 3 Jogja yang Mengaku Dicopot sebagai Ketua OSIS Usai Kritik MBG, Publik Menduga Ada Upaya Pengalihan Isu
Pelajar dan Santri Jadi Target PMI Jember, Donor Darah di Sekolah Hasilkan Puluhan Kantong dari Seleksi Ketat