Rabu, 1 Juli 2026

Road to Malang Menyala Hidupkan Passive Space Kota, MCF Resmikan Komunitas Media Arts Baru di Tengah Ruang Publik

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 10 Mei 2026 | 21:30 WIB
Pembukaan ruang publik di Malang, ‘Road to Malang Menyala’ sukses digelar. (Dok. MCF)
Pembukaan ruang publik di Malang, ‘Road to Malang Menyala’ sukses digelar. (Dok. MCF)

SketsaNusantara.id - Ruang publik di Kota Malang kembali dihidupkan lewat pendekatan kreatif berbasis media arts. Malang Creative Fusion atau MCF menggelar kegiatan “Road to Malang Menyala Spiral Immersive Activation” di Taman Spiral Kota Malang pada Sabtu malam, 9 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan media arts, projection mapping, ambient music, dan eksplorasi visual ruang kota. Aktivasi ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan kreatif untuk mendukung Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts.

Acara berlangsung kondusif dan mendapat perhatian dari berbagai komunitas kreatif serta jejaring ekonomi kreatif nasional. Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pegiat budaya, teknologi, media, hingga komunitas kreatif lintas daerah.

Baca Juga: ICF 2026 Malang Jadi Ajang Kolaborasi Budaya Nasional, Usung Konsep Living Museum

Road to Malang Menyala juga dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah dan jejaring kota kreatif Indonesia. Di antaranya Camat Klojen Willstar Sinaga, Focal Point UNESCO Media Arts Amar Alphabet, hingga Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network atau ICCN, Vicky Arief.

Selain itu, anggota DPRD Kota Malang Arif Wahyudi juga turut memantau langsung kegiatan tersebut. Aktivasi ruang publik ini disebut menjadi salah satu contoh prototype pengembangan ruang kota berbasis komunitas kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, MCF memperkenalkan istilah “Passive Space” untuk menggambarkan ruang-ruang kota yang belum teraktivasi secara maksimal. Menurut MCF, ruang publik yang selama ini dianggap biasa justru memiliki potensi besar untuk dihidupkan melalui seni, budaya, teknologi kreatif, dan media arts.

Baca Juga: Modus Curang UTBK Terbongkar di Surabaya, Semarang, dan Malang, Wamen Atip Latipulhayat Tegaskan Sebagai Tindak Kriminal, Ini Konsekuensinya...

Koordinator Malang Creative Fusion, Dadik Wahyu Chang, mengatakan aktivasi ini bertujuan membangun kembali hubungan masyarakat dengan ruang kota melalui kreativitas.

“Hari ini kita belajar bahwa kota punya banyak passive space yang sebenarnya bisa dihidupkan. Taman kota, sudut jalan, ruang publik, semuanya punya potensi menjadi ruang interaksi kreatif masyarakat. Kita ingin ruang-ruang yang selama ini pasif mulai menyala oleh kreativitas warga dan komunitas,” ujar Dadik.

Dadik menjelaskan, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan hiburan atau event biasa. Menurutnya, aktivasi ruang publik ini menjadi prototype ruang kota yang positif, artistik, dan kolaboratif.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua Harian ICCN, Vicky Arief. Ia menilai Kota Malang memiliki energi komunitas yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif berbasis media arts.

Sementara itu, Focal Point UNESCO Media Arts Kota Malang, Amar Alphabet, menyebut media arts tidak hanya berkaitan dengan teknologi visual. Menurutnya, media arts juga menjadi cara membangun hubungan baru antara masyarakat dan ruang kota.

Momentum Road to Malang Menyala juga menjadi hari lahir komunitas baru bernama Malang Media Arts Community atau MMAC. Komunitas tersebut diperkenalkan sebagai partner baru MCF dalam pengembangan ekosistem media arts dan eksplorasi ruang publik berbasis seni digital.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X