Kamis, 11 Juni 2026

Rekaman CCTV Gegerkan Medan, Pegawai Toko HP Disandera Parang oleh Pembeli yang Klaim Rugi hingga Rp10 Juta

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 19 April 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi. (Freepik/freepik)
Ilustrasi. (Freepik/freepik)

SketsaNusantara.id - Rekaman kamera pengawas dari sebuah toko handphone di Medan mendadak viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dugaan aksi penyanderaan yang melibatkan seorang pegawai toko.

Peristiwa ini terjadi di salah satu gerai ponsel di wilayah Medan, Sumatera Utara. Rekaman itu kemudian tersebar luas dan menarik perhatian publik karena memperlihatkan situasi yang menegangkan.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang wanita mengenakan pakaian berwarna merah muda. Ia tampak membekap seorang pegawai toko perempuan yang mengenakan baju hitam.

Baca Juga: Miris! Warga Kehilangan Motor di Parkiran Samsat Palembang Setelah Selesai Bayar Pajak Kendaraan, Penjelasan Sekuriti soal CCTV Rusak Jadi Sorotan

Tangan kiri pelaku digunakan untuk menahan korban. Sementara itu, tangan kanan pelaku terlihat memegang senjata tajam berupa parang yang diarahkan ke leher korban.

"Aksi penyanderaan dan percobaan penodongan dengan senjata tajam terjadi di sebuah toko ponsel di wilayah Medan," demikian tertulis dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Aksi tersebut akhirnya berhasil digagalkan oleh pihak keamanan setempat. Korban berhasil melepaskan diri dari pelaku tanpa mengalami luka serius.

Baca Juga: Miris! Warga Kehilangan Motor di Parkiran Samsat Palembang Setelah Selesai Bayar Pajak Kendaraan, Penjelasan Sekuriti soal CCTV Rusak Jadi Sorotan

Setelah kejadian itu, pelaku langsung diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Insiden ini kemudian menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial.

Secara terpisah, pihak kepolisian membenarkan kejadian tersebut. Insiden itu terjadi pada Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 11.30 WIB di kawasan Medan Kota.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, menyebut pelaku berinisial AP (28). Ia diketahui merupakan warga Kecamatan Medan Marelan.

Menurut keterangan, pelaku awalnya datang ke toko untuk menemui pegawai berinisial A. Tidak lama kemudian, situasi di depan toko berubah menjadi keributan.

"Selang berapa menit di depan toko ada keributan," kata Poltak dalam keterangannya.

Dalam kondisi tersebut, pelaku diduga mengeluarkan parang dari dalam tasnya. Ia kemudian mengancam korban sambil berteriak meminta uangnya dikembalikan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X