Wilayah karst menjadi area paling rentan. Batuan kapur dan dolomit mudah terlarut oleh air. Proses ini menciptakan rongga bawah tanah yang terus membesar.
"Ketika air tanah meresap ke dalam retakan dan mengendap di bawah permukaan, air tersebut mengikis batuan tersebut, menyebabkan pembentukan gua bawah tanah dan lubang-lubang lainnya," tulis National Geographic.
Seiring waktu, lapisan atas kehilangan penopang. Tanah permukaan akhirnya runtuh membentuk lubang besar. Proses ini bisa berlangsung ratusan hingga ribuan tahun tanpa terlihat.
Faktor cuaca ekstrem turut memicu kemunculan sinkhole. Hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan meningkatkan risiko runtuhan. Aktivitas manusia juga mempercepat proses tersebut.
Pemompaan air tanah berlebihan menjadi salah satu pemicu. Kegiatan konstruksi berat turut memengaruhi kestabilan tanah. Kombinasi faktor alam dan manusia memperbesar potensi amblesan.
Sinkhole terbagi dalam beberapa jenis. Salah satunya berkembang perlahan tanpa tanda jelas. Jenis lain dapat runtuh tiba-tiba dalam hitungan jam.
Fenomena di Nagari Situjuah kini masih menjadi perhatian. Warga terus berdatangan meski peringatan telah disampaikan. Pemerintah daerah diharapkan melakukan pengamanan lanjutan di sekitar lokasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sumur Bor Korban Banjir Disebut Capai Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Unggah Bukti Sumur Rp15 Juta
Update Korban Banjir di Kepualau Sitaro, Sulawesi Utara, Data BNPB: Belasan Orang Meninggal dan Ratusan Warga Mengungsi
Banjir Pujian! Warga Tanggul Jember Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Area Wisata Air Terjun Tancak Tulis, Gunakan Dana Pemasukan Hasil Iuran Parkir
Banjir Bandang Aceh Tengah Tinggalkan Luka Panjang, Kepala Desa Ungkap Nasib Warga saat Jalan Tak Kunjung Pulih
Daerah Terdampak Banjir Bandang Berpeluang Dapat Diskon Listrik, Bahlil Siap Lapor Presiden Prabowo