Kamis, 4 Juni 2026

Sorotan Keras DPR atas Cara Bantuan Dilempar dari Helikopter, Firman Soebagyo dan Puan Maharani Desak Evaluasi Mekanisme Distribusi Udara di Sumatera

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 5 Desember 2025 | 10:30 WIB
Salah satu wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra. (X/@LembagaKERIS)
Salah satu wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra. (X/@LembagaKERIS)

SketsaNusantara.id - Kritik terhadap cara penyaluran bantuan untuk penyintas banjir di Sumatera kembali mencuat dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah anggota DPR menyampaikan keberatan atas metode pemberian bantuan melalui udara yang dinilai kurang tepat.

Sorotan itu berkembang setelah muncul rekaman pembagian beras yang dilakukan dari helikopter di wilayah yang terdampak parah.

Baca Juga: Usai Menembus Medan Ekstrem Banjir Bandang Sumatra, Praz Teguh Pamit Pulang untuk Menemui Keluarga

Isu tersebut dibahas dalam rapat Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis, 4 Desember 2025. Kritik juga hadir melalui pernyataan terpisah dari Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Keduanya menilai bahwa bantuan bagi warga perlu disampaikan dengan cara yang lebih aman. Mereka menekankan bahwa proses distribusi harus tetap mengutamakan keselamatan warga di daerah bencana.

Dalam rapat Komisi IV, anggota DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, meminta agar setiap pejabat memperhatikan etika saat menyalurkan bantuan.

Baca Juga: UPI Putuskan Pembebasan UKT hingga Lulus bagi Olivia, Mahasiswi Korban Banjir Bandang Agam

Ia menilai bahwa bantuan tidak boleh diberikan dengan cara yang membahayakan warga yang sedang mengalami kesulitan.

Firman menegaskan pentingnya menjaga penghormatan terhadap warga yang menjadi korban bencana.

"Saya minta kepada pejabat yang ada di daerah juga, ketika membantu para korban hendaklah yang sopan," ucap Firman dalam rapat tersebut.

Ia kemudian mencontohkan praktik pembagian bantuan yang sempat menjadi sorotan publik. Rekaman yang beredar memperlihatkan beras dijatuhkan dari helikopter ke wilayah terdampak.

Firman menilai tindakan itu tidak sesuai dengan prinsip pemberian bantuan yang semestinya menjaga keselamatan.

"Tidak perlu memberikan beras dilempar-lempar dari helikopter," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X