Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok Mok Sijau 979, seorang kreator Malaysia menjelaskan alasannya berbicara dengan logat Indonesia.
“Followers aku kan banyak orang Indonesia di TikTok. Jadi aku cakaplah bahasa Indonesia sebab aku malas translate. Lepas itu datanglah orang Malaysia ni berkata, ‘Kenapa cakap bahasa Indonesia, tak bangga kah dengan bahasa sendiri?’” tuturnya.
Ia pun menambahkan bahwa alasannya bukan karena tidak bangga, tetapi lebih pada kebutuhan praktis.
“Aku bukan tak bangga dengan bahasa sendiri. Masalahnya followers aku tujuh puluh persen dari Indonesia dan tiga puluh persen dari Malaysia. Jadi aku malas translate-translate,” jelasnya.
Maraknya konten berbahasa Indonesia di media sosial membuat banyak orang Malaysia, terutama anak-anak dan remaja, semakin terbiasa menggunakannya.
Melansir akun TikTok Purwanto M. Ali, bahkan pemerintah Malaysia disebut-sebut sempat panik karena masa depan bahasa Melayu dianggap suram. Pasalnya, generasi muda Malaysia menganggap bahasa Indonesia lebih gaul dan modern.
Fenomena ini menjadi cerminan bagaimana media sosial dan budaya populer bisa memengaruhi kebiasaan berbahasa lintas negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sempat Unfollow! Jefri Nichol dan Ameera Khan Diterpa Isu Putus Usai Bersih-Bersih Instagram, Netizen Malaysia Kegirangan?
Inilah Sosok Asli Baiduri di Dunia Nyata, Istri Batin Walid di Film Bidaah yang Viral Asal Malaysia, Ternyata...
Apa Itu NPD? Kondisi yang Dituduhkan Warganet Terhadap Baim Wong Saat Bercerai dengan Paula Verhoeven, Buktinya Ada di Rumah Sakit Malaysia?
Ikuti Jejak Sang Ayah, Aishar Khaled Ingin Miliki 2 Istri, Fuji dan Mamari Siap Diboyong ke Malaysia?
Viral Konten Kreator Malaysia Ditalak Suami dalam Keadaan Emosi saat Live TikTok, Apakah Dianggap Sah Cerai? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam