Pengacara lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga menyarankan korban untuk tidak menghadapi kasus ini sendirian. Ia mendorong agar korban didampingi oleh tim kuasa hukum agar perlindungan hukum bisa didapat secara maksimal.
Pendampingan ini penting dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak korban, termasuk kemungkinan memperoleh kompensasi atas luka maupun trauma yang dialami.
"Semoga kasus ini mendapat jalan keluar terbaik dan merepresentasikan kepentingan para driver yang telah bersusah payah bersolidaritas," pungkasnya.
Sebelumnya, ramai diberitakan ratusan massa berkumpul di depan rumah pelaku sejak Sabtu, 5 Juli 2025 dini hari hingga menimbulkan kericuhan. Massa menuntut pertanggungjawaban pelaku atas perbuatan yang dilakukan kepada rekanya.
Insiden ini dipicu dari kisah driver ojol wanita dan teman pasangannya yang mendapat perlakuan tak menyenangkan usai menerima dua pesanan sekaligus (double order) dari aplikasi Shopee pada hari Kamis, 3 Juli 2025 lalu.
Pengiriman orderan mengalami keterlambatan karena pesanan belum siap dan terjebak kemacetan. Pesanan makanan pun terlambat sampai ke tempat tujuan hanya berselang 5 menit dari estimasi waktu.
Customer tak terima dan merespons dengan kasar, protes dengan mengancam memberi bintang satu, bahkan melontarkan pernyataan arogan. Situasi memanas hingga terjadi kontak fisik yang membuat korban mengalami luka di wajah dan tangan.
Korban diketahui telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Sleman dan menjalani visum sebagai bukti penganiayaan. Polisi juga telah mengamankan pelaku, untuk mencegah keributan lebih parah.
Pelaku yang akrab disapa Birdha menyampaikan permintaan maaf di depan publik. Pria berusia 25 tahun ini mengaku khilaf karena terbawa emosi dan menyesal telah melampiaskan amarahnya pada driver ojol.
"Saya sangat menyesal karena hari itu saya terbawa emosi dan khilaf. Saya siap menerima konsekuensi dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku," ucap Birdha dalam video klarifikasi yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover.
Meski permintaan maaf telah disampaikan, publik dan komunitas ojol tetap berharap proses hukum tetap berjalan untuk memberikan efek jera sehingga kejadian semacam ini tak terulang kembali di kemudian hari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kronologi Mahasiswa Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kamar Kos di Sleman Yogyakarta, Barang Bukti Ini Diduga Jadi Penyebab Kematian Korban
Plot Twist Banget! Ngaku Motor Sewaan Hilang, Pria Asal Papua di Sleman Ngamuk hingga Blokir Jalan: Ada Aja Gebrakannya
Christiano Tarigan Resmi Ditahan! Polresta Sleman Ungkap Kesalahan Pengemudi BMW yang Tabrak Argo Ericko hingga Meninggal
Kronologi Pria Sleman Diduga Bunuh Diri di Bantul tapi Ditemukan Sedang Makan Soto
Biodata Profil Birdha Pelaku Pemukulan Driver Shopee Food di Sleman Yogyakarta, Profesinya Bikin Emosi Warga TikTok