Pada laporan ekonomi Kemenkeu juga melaporkan bahwa investasi di Indonesia mengalami pertumbuhan meski tergolong terbatas yaitu sekitar 2,12 persen.
Sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan yang diduga sebagai dampak dari permintaan bahan pangan selama momen Ramadan dan idul fitri.
Kemenkeu juga melaporkan belanja negara di sektor pendidikan yang meliputi tunjangan untuk guru (TPG) serta pembayaran KIP Kuliah dan PIP.
Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti perkembangan lapangan kerja untuk memperkuat daya beli masyarakat sebagai penopang aktivitas ekonomi secara utama.
Sementara itu, di tengah tantangan ekonomi global yang tergolong tidak menentu, pemerintah akan melakukan pemantauan untuk mengambil langkah berikutnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Tegaskan Larangan Keras Menteri Cari Keuntungan dari APBN dan APBD
Rocky Gerung Prediksi Agenda Awal Presiden Prabowo, Bakal Pergi ke Luar Negeri Cari Investor Upaya Tambal APBN 800 Triliun?
Bukan Ditanggung APBN, Biaya Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang Disebut Rogoh Kocek Pribadi Prabowo: Apa Kata Istana?
Dibanding Kenaikan PPN 12 Persen, Hotman Paris Usulkan 1 Cara Lain Atasi Defisit APBN: Pak Prabowo, Segera Keluarkan…
Polemik Zakat untuk Program Makan Gratis: MUI Ingatkan Syariat, Istana Tegaskan APBN Cukup