SketsaNusantara.id – Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Seorang mahasiswi Program Studi Pariwisata UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Sofia Yulianingtyas, meninggal dunia setelah diduga mengalami kelelahan usai begadang mengerjakan skripsi atau tugas akhir (TA).
Peristiwa yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur, itu menyita perhatian publik dan memicu gelombang simpati di media sosial. Banyak warganet turut berduka sekaligus menjadikannya pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah perjuangan menyelesaikan pendidikan.
Sofia diketahui merupakan mahasiswi asal Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, yang sedang berada di tahap akhir perkuliahan dan tengah menyelesaikan skripsi sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana.
Berdasarkan informasi yang beredar, Sofia menghabiskan waktu hingga dinu haru untuk mengerjakan tugas akhirnya bersama teman-temannya.
Namun, ketika rekan-rekannya kembali ke kamar kos, Sofia ditemukan telah meninggal dunia pada hari Sabtu pagi, 27 Juni 2026, di kamar kosnya yang berada di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara itu, dari pihak keluarga korban menyebut Sofia sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit jantung.
Dugaan sementara, Sofia meninggal karena kelelahan saat kondisi kesehatannya menurun setelah begadang mengerjakan skripsi. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kabar kepergian Sofia dibanjiri ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Banyak warganet yang mengaku ikut merasakan beratnya perjuangan mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi.
Sorotan juga datang dari akademisi bernama Randi Pratama Murtikusuma. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember yang dikenal aktif membagikan edukasi seputar penyusunan skripsi melalui media sosial itu, ikut memberikan pesan penting kepada mahasiswa semester akhir yang berupaya menyelesaikan semester akhir perkuliahan.
Baca Juga: Lulus Tanpa Skripsi, 2 Mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember Hasilkan Jurnal Ilmiah Standar Nasional
Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Randi menyampaikan belasungkawa sekaligus mengajak mahasiswa untuk tidak mengabaikan kondisi fisik maupun mental selama menyelesaikan tugas akhir.
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara kita, mahasiswi UIN SATU Tulungagung. Semoga keluarga serta orang-orang yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," tulisnya melalui akun Instagram @randipopo, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Rabu, 1 Juli 2026.
Kepala Laboratorium Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember (UNEJ) itu menyoroti tragedi tersebut sebagai pengingat bahwa semangat menyelesaikan kuliah memang penting, namun kesehatan tetap harus tetap menjadi prioritas utama.