Kamis, 2 Juli 2026

Berkaca dari Tragedi Mahasiswi di Tulungagung, Dosen UNEJ Bagikan Tips untuk Mahasiswa Para Pejuang Skripsi, Tekankan Pentingnya Jaga Kesehatan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 1 Juli 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi mahasiswa pejuang skripsi sebelum menghadapi ujian akhir agar bisa meraih gelar sarjana (Pexels/Karolina Grabowska)
Ilustrasi mahasiswa pejuang skripsi sebelum menghadapi ujian akhir agar bisa meraih gelar sarjana (Pexels/Karolina Grabowska)

"Skripsi bisa diulang atau direvisi, tetapi kesehatan tidak bisa digantikan. Tetap jaga kondisi ya untuk semuanya," pesan Randi dalam unggahannya.

Pesan tersebut mendapat ribuan tanda suka dan dibagikan oleh banyak pengguna media sosial karena dianggap mewakili keresahan mahasiswa tingkat akhir yang kerap menghadapi tekanan dengan berbagai macam kondisi.

Melalui unggahan tersebut, Randi turut membagikan sejumlah tips agar mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi secara lebih sehat dan terukur. 

Ia menyarankan agar mahasiswa mengerjakan skripsi setiap hari secara konsisten, daripada menunggu tenggat waktu hingga akhirnya harus begadang.

Baca Juga: Ada Nama Wiji Thukul, File Skripsi Novi Vokalis Sukatani Menuai Pujian Warganet: Jangan Anggap Remeh Anak Punk!

"Skripsi bisa diselesaikan dengan perencanaan yang baik, istirahat yang cukup, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat," ujarnya.

"Tips dari saya, kerjakan skripsi 2-3 jam per hari secara konsisten, jangan menunggu deadline. Jangan lewatkan tidur 6-8 jam setiap malam, hindari begadang hingga dini hari," tuturnya.

Mahasiswa juga dianjurkan untuk menjaga kesehatan mental dengan tetap meluangkan waktu untuk beristirahat, menjalani hobi, atau berbagi cerita ketika merasa tertekan.

"Berhenti sejenak jika tubuh atau pikiran sudah sangat lelah.
Jaga pola makan, cukup minum, dan olahraga ringan agar stamina tetap terjaga," pesannya.

Baca Juga: Amalan untuk Mahasiswa Semester Akhir dari Ijazah KH Ahmad Zuhdiannor agar Dimudahkan Mengerjakan Skripsi atau Tugas Akhir

"Buat target harian yang realistis juga dinilai dapat membantu proses penyusunan skripsi menjadi lebih efektif, misalnya menyelesaikan 1-2 halaman atau satu subbab," sambungnya.

Tak kalah penting, mahasiswa diminta segera mencari bantuan kepada dosen pembimbing, keluarga, teman, maupun tenaga kesehatan apabila mulai merasakan tekanan berat atau mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu aktivitas.

"Segera cari bantuan kepada dosen pembimbing, keluarga, teman, atau tenaga kesehatan bila mengalami tekanan berat atau keluhan kesehatan yang mengganggu, karena hal ini biasanya jarang dilakukan karena sungkan," ucap Randi.

Baca Juga: Torehkan Medali Emas Dari Dunia Persilatan, Mahasiswa UNEJ Ini Meniti Prestasi Sejak Kecil

Dalam unggahannya, Randi juga menyoroti tragedi ini menjadi pengingat bagi mahasiswa semester akhir untuk mementingkan kondisi kesehatan dengan mengatur waktu agar skripsi bisa selesai tepat waktu.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X