lifestyle

Kenali Penyakit Rebah Semai pada Bibit Tanaman: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Jumat, 20 Maret 2026 | 22:00 WIB
Bibit tanaman yang terkena penyakit rebah semai biasanya tampak roboh dan membusuk meski sebelumnya terlihat sehat. (X/khanifirsyad)

Dalam keterangan yang dibagikan disebutkan bahwa penyakit ini menyebabkan bibit yang tampak sehat tiba-tiba roboh, membusuk, dan mati dalam waktu singkat.

Biasanya gejala awal terlihat pada bagian pangkal batang tanaman yang menjadi lemah dan mulai membusuk. Kondisi tersebut membuat batang tidak mampu menopang tanaman sehingga akhirnya roboh.

Selain itu, bibit yang terserang juga sering menunjukkan perubahan warna pada batang dan jaringan tanaman yang mulai melunak. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebar ke bibit lainnya di area persemaian.

Baca Juga: Apa Manfaat Kecubung bagi Manusia? Berikut 5 Khasiat Tanaman Berbentuk Terompet yang Viral di X, Bisa Mengatasi...

Penyakit rebah semai umumnya disebabkan oleh serangan mikroorganisme patogen, terutama jamur yang hidup di lingkungan lembap.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh serangan jamur patogen yang hidup di area lembap.

Jamur patogen tersebut berkembang dengan cepat pada media tanam yang terlalu basah atau memiliki sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini membuat lingkungan persemaian menjadi tempat yang ideal bagi jamur untuk berkembang.

Beberapa jenis jamur yang sering dikaitkan dengan penyakit rebah semai antara lain berasal dari kelompok jamur tanah yang dapat menyerang akar maupun batang bibit tanaman.

Kelembapan yang terlalu tinggi merupakan salah satu faktor utama yang memicu munculnya penyakit rebah semai. Media tanam yang terlalu basah dapat mempercepat pertumbuhan jamur patogen.

Selain itu, sirkulasi udara yang buruk juga dapat memperparah kondisi tersebut.

Jika area persemaian tidak memiliki ventilasi yang baik, kelembapan akan semakin meningkat sehingga mempermudah jamur berkembang.

Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kelembapan menjadi langkah penting dalam mencegah munculnya penyakit ini.

Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kerusakan bibit tanaman akibat penyakit rebah semai. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko serangan penyakit ini.

Salah satu langkah yang disarankan adalah menjaga kebersihan media tanam.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa sterilisasi media tanam menjadi salah satu langkah penting dengan menggunakan media yang bersih atau melakukan proses sterilisasi terlebih dahulu.

Halaman:

Tags

Terkini