Hal ini menunjukkan betapa cepatnya mikroorganisme berkembang di lingkungan yang lembap seperti botol minum.
Agar botol minum tetap higienis, dr. Ayman Alatas menyarankan agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar membilasnya dengan air.
Dalam unggahannya, ia menekankan pentingnya menyikat bagian dalam botol untuk merusak struktur biofilm yang terbentuk.
“Untuk membasminya sampai tuntas, kalian wajib menggosok sekuat tenaga menggunakan sikat kasar guna meruntuhkan struktur biofilm bakteri,” jelasnya.
Selain menyikat, penggunaan air panas juga dianjurkan untuk membantu membunuh mikroorganisme yang masih tersisa.
Dr. Ayman Alatas juga menyarankan agar botol dibilas menggunakan bahan pembersih tambahan seperti cuka.
Dalam penjelasannya disebutkan bahwa botol dapat dibilas kembali dengan air panas atau cuka untuk membunuh spora jamur yang tersisa.
Metode ini dapat membantu memastikan bahwa botol minum benar-benar bersih dan tidak lagi menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme berbahaya.
Botol minum yang digunakan berulang kali perlu dibersihkan secara rutin, terutama pada bagian yang sering bersentuhan dengan air atau minuman.
Jika tidak dirawat dengan baik, botol minum yang seharusnya membantu menjaga hidrasi justru bisa menjadi sumber kontaminasi bakteri dan jamur.
Melalui edukasi yang disampaikan oleh dr. Ayman Alatas, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan botol minum.
Dengan membersihkan botol secara rutin dan benar, risiko pertumbuhan bakteri maupun jamur dapat diminimalkan sehingga kesehatan tetap terjaga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!