SketsaNusantara.id - Kebiasaan menggunakan botol minum yang dapat dipakai berulang kali memang semakin populer karena dianggap lebih ramah lingkungan dan praktis.
Namun, kebersihan botol minum sering kali luput dari perhatian, terutama pada bagian dalam tutup atau sudut yang sulit dijangkau.
Seorang dokter sekaligus pakar mikrobiologi klinik, dr. Ayman Alatas, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap munculnya bintik hitam pada botol minum.
Bintik tersebut bukan sekadar kotoran biasa, melainkan bisa menjadi tanda adanya pertumbuhan bakteri dan jamur.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X milik dr. Ayman Alatas (@AymanAlatas), bintik hitam yang sering terlihat pada botol minum sebenarnya merupakan koloni mikroorganisme yang berkembang secara bertahap.
“Bintik hitam yang licin di botol minum Anda sebenarnya adalah ekosistem campuran di mana bakteri dan jamur bekerja sama membangun ‘apartemen’ mikroskopis yang sangat bandel,” tulisnya.
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa keberadaan bintik hitam bukan hanya sekadar noda, melainkan hasil dari proses biologis yang melibatkan berbagai mikroorganisme.
Secara mikrobiologis, pertumbuhan bintik hitam di botol minum biasanya dimulai dari bakteri. Mikroorganisme ini dapat menempel pada permukaan lembap dan mulai membentuk lapisan tipis yang disebut biofilm.
Dalam penjelasannya, dr. Ayman Alatas menyebut bahwa fenomena ini dimulai ketika bakteri yang membangun biofilm.
Biofilm sendiri merupakan lapisan lendir yang terbentuk dari koloni bakteri yang saling menempel. Lapisan ini bersifat lengket dan dapat menempel kuat pada permukaan benda, termasuk botol minum.