Sementara itu, kopi Robusta memiliki karakter rasa yang lebih kuat dan pahit dengan kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan Arabika.
Oleh karena itu, Robusta sering digunakan dalam campuran kopi espresso untuk menghasilkan rasa yang lebih kuat dan body yang lebih tebal.
Selain jenis kopi, faktor lain yang sangat mempengaruhi kualitas rasa adalah waktu sangrai atau roasting. Biji kopi yang baru dipanggang akan mengalami perubahan karakter rasa seiring berjalannya waktu.
Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa cek tanggal sangrai. Kopi terbaik dikonsumsi 1 minggu hingga 2 bulan setelah roasting untuk rasa optimal.
Periode tersebut dianggap sebagai waktu ideal karena setelah proses roasting, biji kopi akan melepaskan gas karbon dioksida secara perlahan. Proses ini dikenal sebagai degassing.
Jika kopi diseduh terlalu cepat setelah roasting, rasa yang dihasilkan bisa kurang stabil. Sebaliknya, jika terlalu lama disimpan, aroma dan kompleksitas rasa kopi dapat berkurang.
Profil roasting atau tingkat kematangan sangrai juga menjadi faktor penting yang menentukan karakter rasa kopi. Setiap tingkat roasting memiliki karakteristik rasa yang berbeda.
Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa sesuaikan dengan selera, ada yang light roasted hingga dark roasted.
Light roast biasanya mempertahankan karakter asli biji kopi sehingga rasa buah atau keasaman lebih terasa. Medium roast memberikan keseimbangan antara keasaman dan rasa pahit.
Baca Juga: Manfaat Minum Kopi yang Kini Jadi Gaya Hidup Sehat, Cegah Penuaan Dini hingga Memperpanjang Usia
Sementara itu, dark roast menghasilkan rasa yang lebih pahit dengan aroma yang lebih kuat karena proses pemanggangan yang lebih lama.
Karakter rasa kopi tidak hanya dipengaruhi oleh jenis biji atau proses roasting, tetapi juga oleh metode pengolahan setelah panen.
Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa mengenal proses pascapanen (washed, honey, natural) yang memengaruhi profil rasa.