lifestyle

Filosofi Ketupat Lebaran, Ada Sejak Zaman Sunan Kalijaga, Miliki Makna Mendalam di Balik Anyamannya

Jumat, 20 Maret 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi ketupat, makanan khas yang ada saat lebaran (Tiktok @dusdusan)

 

SketsaNusantara.id - Moment Idul Fitri 2026 ini rasanya tidak lengkap tanpa kehadiran ketupat.

Bagi umat Muslim di Indonesia, makan ketupat bukan sekadar urusan perut, ini adalah simbol persatuan.

Anyaman janur yang saling menguatkan satu sama lain menggambarkan betapa pentingnya tali silaturahmi. 

Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan! Satlantas Polres Jember Catat 13 Laka Lantas Selama Operasi Ketupat 2025

Hidangan khas yang terbuat dari beras yang dibungkus anyaman janur atau daun kelapa muda ini telah menjadi ikon perayaan kemenangan umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa.

Namun, tahukah Anda mengapa bentuknya harus persegi empat dan mengapa anyamannya begitu rumit?

Ternyata, setiap jengkal ketupat yang dikenal sejak zaman Sunan Kalijaga pada abad 15 ini memiliki filosofi yang sangat erat dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, dikutip dari kanal YouTube DialektikTV.

Baca Juga: Libur Lebaran Ketupat Jumlah Kunjungan Wisata ke Pantai Papuma Jember Menurun, Ada Apa?

Secara fisik, ketupat yang paling umum kita temui berbentuk belah ketupat atau segi empat yang proporsional dan bentuk itu disebut sebagai simbol kesempurnaan.

Anyamannya yang rumit mencerminkan kerumitan hidup manusia, lika-liku persoalan, dan kesalahan-kesalahan yang kita perbuat selama setahun.

Bahannya yang terbuat dari janur, berasal dari kata "Jatining Nur" atau hati yang murni atau cahaya sejati dalam bahasa Jawa.

Baca Juga: Mau Ketupat Sisa Lebaranmu Tetap Enak? Lakukan Beberapa Tips Menghangatkan Ketupat Ini

Dalam bahasa arab, janur disebut sebagai Ja’a Nur yang memiliki makna telah datang cahaya yang melambangkan harapan agar manusia mendapatkan petunjuk Ilahi setelah berpuasa.

Sedangkan ketika ketupat dibelah, terlihat nasi putih yang padat. Ini melambangkan kesucian hati yang bersih (fitrah) setelah memohon maaf dan beribadah di bulan Ramadhan.

Halaman:

Tags

Terkini