SketsaNusantara.id – Kopi Americano belakangan ini kembali jadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah kedai kopi di Solo menghapus menu tersebut sebagai bentuk protes terhadap konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Belum lama ini, kedai kopi Kediaman Larasari yang berada tak jauh dari area Keraton Surakarta menyatakan telah menghapus menu Americano dan menggantinya dengan menu kopi tubruk khas Indonesia.
Keputusan ini sebagai bentuk dukungan untuk Palestina, mengingat Amerika Serikat menjadi penyokong Israel yang mendukung genosida di Gaza.
Namun, keputusan itu memicu perdebatan publik hingga ramai membahas soal asal-usul Americano itu sendiri. Banyak warganet mempertanyakan apakah minuman tersebut benar-benar berasal dari Amerika Serikat.
"Bro, yang mungkin tidak paham sejarah, padahal Americano itu bukan dari Amerika. Malah minuman itu sebenarnya ejekan dari orang Italia buat orang AS yang nggak bisa minum espresso buatan lokal," tulis salah satu warganet.
Lantas, bagaimana sejarah kopi Americano sebenarnya? Benarkah menu ini dulu dijadikan sindiran bagi orang Amerika yang tak bisa menikmati kopi di Italia?
Banyak orang mengira Americano berasal dari Amerika Serikat. Namun secara historis, minuman ini justru lahir di Italia dan berawal dari sebuah sindiran terhadap kebiasaan minum kopi tentara Amerika yang dinilai tak biasa.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Tasting Table, dijelaskan bahwa Americano muncul pada masa Perang Dunia II, ketika tentara Amerika Serikat ditempatkan di Italia.
Saat itu, para tentara AS yang datang ke kedai-kedai kopi lokal mencoba minuman khas Italia, salah satunya kopi buatan lokal yang disajikan dalam bentuk espresso.
Budaya kopi di Italia memang sangat khas. Warga lokal terbiasa meminum espresso, yaitu kopi yang diseduh dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan rasa yang sangat pekat dan kuat.
Namun bagi lidah orang Amerika, espresso terasa terlalu kuat dan pahit. Lidah mereka lebih terbiasa dengan kopi tetes atau drip coffee yang cenderung lebih encer.
Tentara AS yang terbiasa minum kopi yang lebih ringan, lantas meminta barista untuk air hangat ke dalam espresso secara bertahap sehingga menciptakan tetesan kopi atau coffee drip yang rasanya lebih mendekati gaya kopi yang biasa mereka minum di Amerika.