lifestyle

Kopi Tak Lagi Dicurigai, Studi Lebih dari 14 Ribu Orang Ungkap Peminum Kopi Justru Berisiko Lebih Rendah Alami Gagal Ginjal Akut

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi secangkir kopi. (Freepik/azerbaijan_stockers)
 

SketsaNusantara.id - Kopi selama ini kerap dipersepsikan sebagai minuman yang berpotensi membebani kerja ginjal.

Namun, pandangan tersebut mulai bergeser seiring dengan munculnya hasil penelitian ilmiah berskala besar yang menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tertentu justru dapat memberikan manfaat bagi kesehatan ginjal.

Temuan ini menjadi sorotan setelah diungkap oleh dr. Adam Prabata melalui unggahan akun X nya.
 
Baca Juga: Resep Soto Lamongan: Menu Populer yang Simpel dan Praktis dengan Cita Rasa Autentik

Dalam unggahannya, dr. Adam Prabata mengaku awalnya memiliki pandangan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

“Awalnya gua juga skeptis. Kopi selama ini sering dicap sebagai sesuatu yang ‘memberatkan ginjal’,” tulisnya.

Namun, pandangan tersebut berubah setelah ia membaca hasil penelitian kohort besar yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi.
 
Baca Juga: Kenapa Kopi Bisa Bikin Fokus Sekaligus Memicu Gangguan Kecemasan? Begini Penjelasan Ilmiah Menurut Penasihat Kesehatan Denny Kristiawan

Penelitian yang dimaksud dipublikasikan dalam Kidney International Reports (KIR) dan menggunakan data dari Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC) Study.

Studi ini melibatkan lebih dari 14.000 orang dewasa yang dievaluasi kebiasaan konsumsi kopinya, kemudian dianalisis hubungannya dengan kejadian gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI).

Dr. Adam menjelaskan bahwa penelitian tersebut tidak bersifat eksperimental semata, melainkan berbasis data populasi besar dengan periode pengamatan yang panjang. 
 
Baca Juga: Manfaat Minum Kopi yang Kini Jadi Gaya Hidup Sehat, Cegah Penuaan Dini hingga Memperpanjang Usia

“Penelitian ini melibatkan >14.000 orang dewasa untuk dinilai kebiasaan minum kopi, lalu dilihat hubungannya dengan kejadian gagal ginjal akut (AKI),” jelasnya.

Skala penelitian ini dinilai cukup kuat untuk memberikan gambaran hubungan antara kopi dan kesehatan ginjal.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan temuan yang cukup menarik.

Dibandingkan dengan individu yang hampir tidak pernah mengonsumsi kopi, mereka yang minum kopi sebanyak dua hingga tiga cangkir per hari justru memiliki risiko gagal ginjal akut yang lebih rendah.

Penurunan risiko tersebut berada pada kisaran 22 hingga 23 persen.

“Hasilnya menarik nih, jadi dibandingkan orang yang hampir tidak pernah minum kopi, mereka yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi per hari ternyata memiliki risiko gagal ginjal akut lebih rendah sekitar 22-23%,” tegas dr. Adam.

Temuan ini menjadi dasar perubahan pandangannya terhadap kopi sebagai minuman yang selama ini dicurigai berdampak negatif pada ginjal.

Lebih lanjut, dr. Adam juga memaparkan beberapa mekanisme biologis yang diduga menjelaskan manfaat kopi terhadap kesehatan ginjal.

Pertama, kopi mengandung berbagai komponen bioaktif, seperti polifenol dan antioksidan. Senyawa ini diketahui dapat membantu memperbaiki oksigenasi jaringan ginjal tanpa mengganggu aliran darah utama ke organ tersebut.

Kedua, kopi disebut memiliki efek protektif terhadap pembuluh darah. Konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan risiko disfungsi endotel, yaitu kondisi ketika lapisan dalam pembuluh darah tidak berfungsi optimal.

Disfungsi endotel merupakan salah satu faktor yang membuat ginjal lebih sensitif terhadap gangguan vaskular, sehingga berpotensi memicu AKI.

Faktor ketiga adalah penurunan inflamasi sistemik. Inflamasi kronis tingkat rendah dikenal sebagai salah satu faktor risiko terjadinya gagal ginjal akut.

Dengan menurunkan inflamasi sistemik, kopi dinilai dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap fungsi ginjal dalam jangka panjang.

Selain itu, kopi juga dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin. Kondisi resistensi insulin sering berhubungan dengan gangguan metabolik yang dapat berdampak pada pembuluh darah dan fungsi ginjal.

Dengan sensitivitas insulin yang lebih baik, risiko kerusakan ginjal pun dapat ditekan.

Meski demikian, dr. Adam menekankan bahwa temuan ini tidak serta-merta menjadikan kopi sebagai “obat” untuk mencegah penyakit ginjal.

Konsumsi kopi tetap harus dilakukan secara bijak dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Faktor seperti tekanan darah, kondisi jantung, serta gangguan lambung tetap perlu menjadi pertimbangan sebelum meningkatkan konsumsi kopi.

Temuan ini diharapkan dapat meluruskan persepsi keliru yang selama ini berkembang di masyarakat.

Kopi tidak selalu identik dengan dampak buruk bagi ginjal, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah moderat dan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Penelitian ini justru membuka ruang diskusi baru mengenai potensi manfaat kopi dalam konteks kesehatan ginjal.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan hasil penelitian ilmiah, dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X dr. Adam Prabata, serta merujuk pada publikasi Kidney International Reports.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini