Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) kemudian dilakukan dan menunjukkan temuan yang mengkhawatirkan.
Hasil rekam jantung pasien memperlihatkan adanya ST elevasi pada bagian inferior, yang merupakan tanda khas serangan jantung jenis ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI).
“Hasil rekam jantung menunjukkan ST elevasi di inferior. Singkat cerita, dilakukan fibrinolisis dan berhasil,” tulisnya.
Tindakan fibrinolisis, yaitu pemberian obat untuk melarutkan sumbatan pembuluh darah koroner, dilakukan dengan cepat dan tepat.
Keputusan tersebut terbukti menyelamatkan nyawa pasien. Namun, tantangan tidak berhenti di ruang tindakan medis.
Pada kunjungan lanjutan di hari yang sama, Furqon menjelaskan diagnosis, alasan pengambilan keputusan klinis, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya berhenti merokok.
Sayangnya, pasien justru menunjukkan sikap tidak sepenuhnya percaya terhadap diagnosis tersebut.
“Dok, ini menurut saya bukan jantung, saya biasa GERD, ke IGD, dapat injeksi lalu pulang. Saya sudah berpengalaman seperti ini kok dibilang serangan jantung,” ujar pasien, sebagaimana dikutip langsung dari unggahan tersebut.
Menanggapi keraguan tersebut, Furqon menjelaskan secara tegas namun edukatif mengenai kondisi pasien.
Ia menekankan bahwa diagnosis serangan jantung ditegakkan berdasarkan pemeriksaan yang valid dan respons terapi yang nyata.
“Pak, saya mendiagnosis serangan jantung dengan pemeriksaan yang valid dan ini 100% serangan jantung. Alhamdulillah berhasil diberikan obat penghancur sumbatan. Bapak beruntung ke IGD dan dapat dokter IGD yang teliti,” tegasnya.
Situasi tersebut bahkan diwarnai percakapan ringan namun sarat makna ketika istri pasien turut menyela.
“Istrinya: ya dok, klo disuruh ga merokok ngeyel banget!” tulis Furqon menirukan suasana dialog di ruang perawatan.
Ia pun menutup percakapan tersebut dengan kalimat reflektif, “Gapapa bu, itulah gunanya ada dokter jantung.”
Dalam penjelasannya, Furqon menekankan bahwa secara klinis, gejala GERD dan serangan jantung memang dapat sangat mirip, khususnya pada jenis STEMI inferior.