Beberapa jenis labu air dapat mengandung senyawa pahit yang berpotensi mengganggu sistem pencernaan.
“Hindari labu air yang rasanya pahit, karena bisa menandakan kandungan senyawa cucurbitacin yang tidak aman,” tulis akun tersebut.
Senyawa ini diketahui dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi.
Selain itu, labu air yang terlalu tua atau dikonsumsi secara berlebihan juga tidak dianjurkan, terutama bagi individu dengan lambung sensitif.
Sifatnya yang sangat “dingin” dapat memicu ketidaknyamanan jika tidak diolah dan dikonsumsi dengan tepat.
Menariknya, fungsi labu air panjang tidak hanya terbatas sebagai bahan pangan.
Buah blonceng yang dibiarkan hingga tua dan mengeras kerap dimanfaatkan sebagai wadah tradisional, alat musik, hingga bahan kerajinan tangan di berbagai budaya.
Pemanfaatan ini menunjukkan bahwa Lagenaria siceraria merupakan tanaman multifungsi yang lekat dengan kehidupan masyarakat.
Dari dapur hingga ruang budaya, labu air panjang memiliki peran yang melampaui fungsi nutrisi semata.
“Selain sebagai bahan pangan, blonceng yang dibiarkan tua dan mengeras juga dimanfaatkan sebagai wadah tradisional, alat musik, hingga kerajinan,” tulis akun tersebut.
Keberadaan blonceng menjadi contoh bagaimana satu jenis tanaman dapat menyatu dengan kebutuhan pangan, kesehatan, serta budaya masyarakat secara berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!