lifestyle

Seberapa Aman Berlari dengan Heart Rate Tinggi Saat Race? Penjelasan Lengkap dari Unggahan dr. Tirta yang Ramai Dibahas Netizen

Senin, 1 Desember 2025 | 11:00 WIB
Momen Dr. Tirta sedang berada di area taman kota di luar negeri, menggambarkan suasana latihan lari. (Instagram/dr.tirta)

SketsaNusanatara.id - Dalam sebuah unggahan edukatif di media sosial, dr. Tirta membahas pertanyaan yang kerap muncul di kalangan pelari amatir maupun peserta race, yaitu, boleh ga lari dengan heart rate tinggi selama race?

Unggahan tersebut memicu diskusi menarik di antara para penggemar olahraga lari, terutama mengenai batasan aman detak jantung saat mengikuti acara lari jarak jauh.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagramnya @dr.tirta, ia menjelaskan bahwa berlari dengan heart rate tinggi bisa saja dilakukan, namun terdapat catatan penting yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: Kenapa Kopi Bisa Bikin Fokus Sekaligus Memicu Gangguan Kecemasan? Begini Penjelasan Ilmiah Menurut Penasihat Kesehatan Denny Kristiawan

“Boleh. Namanya juga race, bukan easy run,” jawab dr. Tirta. Namun ia menekankan bahwa hal ini hanya aman jika pelari sudah terbiasa dengan latihan yang konsisten.

Ia menambahkan bahwa tubuh memerlukan adaptasi jangka panjang secara sistematis.

“Latian lari itu banyak. Dari easy run, treshold, tempo, interval. Semua latian itu tujuannya biar tubuh bisa ngepush dan adaptasi dengan full effort power di race,” jelasnya.

Baca Juga: Jadi Gampang Emosi dan Tingkatkan Stress! Psikolog Sebut Cuaca Panas di Indonesia Berdampak Besar pada Kesehatan Mental, Ini Cara Mengatasinya

Penegasan ini menunjukkan bahwa kemampuan berlari dengan detak jantung tinggi tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang benar.

“Risiko? Ya berisiko. Makanya latian,” lanjutnya.

Pesan ini menekankan bahwa risiko seperti kelelahan berat, overtraining, atau tekanan berlebih pada jantung bisa meningkat ketika seseorang memaksakan diri tanpa persiapan yang memadai.

“Yang salah adalah, latian ga konsisten, tapi race maksa ngepush dengan HR tinggi. Ini bahaya,” tambahnya.

Baca Juga: Nathalie Holscher Jalani Operasi Bariatrik, Apa Itu? Berikut Penjelasan hingga Manfaatnya Bagi Kesehatan

Hal ini merujuk pada fenomena umum peserta race pemula yang jarang berlatih namun tetap memaksakan performa tinggi di hari lomba. Menurut pemaparannya, kondisi tersebut justru menjadi faktor paling berbahaya.

Halaman:

Tags

Terkini