Pernyataan ini menguatkan bahwa manfaat madu bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi sudah memiliki landasan ilmiah yang cukup kuat.
Di bagian akhir unggahan, Denny memberikan ulasan mengenai salah satu produk madu lokal yang ia jadikan contoh, yaitu Madu TJ.
“Madu TJ berasal dari peternak lebah terpercaya di seluruh Indonesia, dipanen higienis, disaring, diuji kemurnian (C4, HMF, enzim), dan dikemas dalam botol tanpa tambahan gula apa pun,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa kemurnian madu tersebut dijaga dengan ketat untuk memastikan kualitas dan enzim alaminya tetap utuh.
Penjelasan Denny Kristiawan mengenai perbedaan metabolik antara madu dan gula pasir ini tidak hanya memperjelas perspektif masyarakat, tetapi juga memberi dorongan untuk lebih bijak dalam memilih pemanis yang dikonsumsi sehari-hari. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!