lifestyle

Benarkah Tape Singkong Sehat? Fakta Tersembunyi tentang Probiotik, Gula, dan Alkohol yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Sabtu, 29 November 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi tape singkong (Instagram.com/@sannyomg.)

“Dan ketika kamu makan tape, gula sederhana ini langsung diserap, langsung naik dan memicu glucose spike,” jelas Denni.

Lonjakan glukosa semacam ini dapat berdampak buruk, terutama bagi individu dengan intoleransi glukosa atau risiko diabetes.

Denny merujuk pada penelitian dari jurnal Nutrients tahun 2020 oleh Trico et al., yang menunjukkan bahwa lonjakan gula darah akut dapat merusak fungsi endotel atau dinding pembuluh darah.

Ia menegaskan kembali bahwa fenomena ini merupakan mekanisme awal yang mempercepat terjadinya prediabetes hingga diabetes tipe dua.

“Glucose spike memiliki risiko besar untuk diabetes tipe 2,” tulis Denni.

Tidak hanya itu, lonjakan gula yang cepat akan meningkatkan stres oksidatif, melemahkan fungsi endotel, membuat tubuh semakin resisten terhadap insulin, serta memperburuk kondisi metabolik secara keseluruhan.

Penjelasan semakin menarik ketika Denny membahas bahwa semakin lama fermentasi berlangsung, probiotik yang awalnya ada dalam tape justru semakin hilang. Di saat yang sama, kadar alkohol dalam tape meningkat.

“Semakin lama fermentasi maka probiotik makin hilang dan alkohol makin tinggi,” lebih lanjut Denni memaparkan.

Bahkan, probiotik mulai rusak ketika kadar alkohol meningkat, dan pada hari ketiga hingga keempat fermentasi, alkohol naik cukup tinggi sementara gula mulai berkurang.

Sayangnya, kombinasi antara gula dan alkohol ini justru dapat mengiritasi lambung dan pemicu gejala pencernaan yang tidak nyaman.

“Kombinasi gula dan alkohol ini bikin asam lambung naik, perut panas, GERD mudah kambuh,” tekannya.

Tidak heran jika banyak orang merasa tidak nyaman setelah makan tape, bahkan mereka yang tidak memiliki gangguan pencernaan sekalipun.

Pada akhir penjelasannya, Denny menyimpulkan bahwa tape singkong bukanlah makanan buruk. Namun anggapan bahwa tape merupakan probiotik sehat tidak sepenuhnya tepat.

Ia mengingatkan bahwa probiotik hanya ada di fase awal fermentasi, sementara gula sederhana dalam tape dapat memicu lonjakan gula darah. Bagi individu dengan risiko diabetes, kondisi ini dapat mempercepat kerusakan vaskular.

Selain itu, semakin lama fermentasi berlangsung, kadar alkohol meningkat dan probiotik menurun, sehingga risiko asam lambung serta GERD semakin besar.

Halaman:

Tags

Terkini