SketsaNusantara.id - Psikolog sebut cuaca panas di Indonesia bisa berpengaruh pada kesehatan mental.
Indonesia dilanda cuaca panas yang cukup ekstrem. Belakangan ini, ramai curhatan warganet menyebut suhu panas terasa menyengat yang dirasakan di hampir seluruh wilayah pulau Jawa hingga Bali.
Kondisi ini ternyata ikut berdampak besar pada kesehatan mental bahkan bisa berakibat fatal.
Praktisi kesehatan mental, Adjie Santosoputro, menyebut cuaca panas bisa menyebabkan seseorang jadi gampang marah sehingga meningkatkan potensi berperilaku agresif.
Baca Juga: BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik Pasca Cuaca Ekstrem ke Korban Bencana
"Hati-hati, cuaca panas ngaruh ke kesehatan mental, jadi gampang emosi, mudah marah, meningkatkan potensi perilaku agresif," tulis lulusan S1 Psikologi UGM itu dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @adjiesanputro yang diunggah hari Rabu, 15 Oktober 2025.
Dalam unggahannya, Adjie juga menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem bisa meningkatkan detak jantung hingga menaikkan tekanan darah sehingga seseorang jadi mudah tersinggung dan meningkatkan kecemasan.
Tak hanya itu, cuaca panas juga ikut mempengaruhi pola tidur yang ikut memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang sehingga bisa meningkatkan stress.
"Saat cuaca panas, badan kerja lebih keras biar suhu badan stabil sehingga meningkatkan kerja sistem syaraf simpatik, ini sistem saraf yang juga aktif pas kita stress," tutur Adjie.
"Akibatnya, detak jantung dan tekanan darah naik, kortisol (hormon stres) meningkat, jadi lebih mudah gelisah, cemas atau cepat tersinggung dan mudah marah," imbuhnya.
"Cuaca panas juga berpotensi membuat kualitas tidur tidak baik dan bisa memperburuk kondisi mental orang yang udah punya masalah mental," terangnya.
Hasil penelitian menyebut cuaca panas tak hanya membuat seseorang mudah emosi tetapi juga bisa meningkatkan kecenderungan depresi hingga penggunaan obat-obatan terlarang yang berdampak fatal.