SketsaNusantara.id - Peningkatan jumlah penduduk menjadi salah satu faktor utama tingginya permintaan pangan.
Namun, minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan turut menyebabkan peningkatan volume sampah, terutama pada skala rumah tangga.
Upaya untuk mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kini semakin relevan dilakukan, apalagi di tengah musim hujan yang rawan banjir akibat tumpukan sampah.
Salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan ekoenzim dan ekobrik.
Baca Juga: Hari Kelima, Warga Bersihkan Sampah di Pantai Watu Ulo Jember hingga Lebih Bersih dan Asri
Kedua metode ini terbukti efektif mengelola limbah organik dan anorganik secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Penurunan jumlah sampah rumah tangga membawa dampak positif, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kelompok dan lingkungan secara global.
Dilansir dari akun Instagram @greennenviro, pengelolaan sampah yang buruk dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.
Baca Juga: Sampah Plastik di Pasar Tanjung: Tantangan Tradisional dan Inisiatif Pedagang untuk Lingkungan Sehat
Green Enviro, komunitas lingkungan di Sulawesi Tengah, aktif memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat untuk mengolah sampah menjadi produk bermanfaat, seperti ekoenzim dan ekobrik.
Langkah ini menjadi contoh konkret penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan sampah. Cara ini pun bisa diterapkan oleh siapa saja yang menghadapi masalah sampah di lingkungannya.
Berikut cara pembuatan ekoenzim dan ekobrik yang bisa dilakukan di rumah:
Cara Membuat Ekoenzim