lifestyle

Apakah Makan Kulit Ayam Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Jawaban dr. Tirta!

Rabu, 9 Juli 2025 | 12:00 WIB
Dokter Tirta menjelaskan kulit ayam yang sering disalahpahami sebagai pemicu kanker jika dibakar gosong. (X/tirta_cipeng)

Kulit ayam yang dibakar hingga gosong atau berwarna hitam pekat mengandung zat karsinogenik, yakni senyawa yang berpotensi memicu kanker.

Karsinogen terbentuk dari hasil pembakaran tidak sempurna yang biasa terjadi saat memanggang atau membakar makanan, termasuk daging dan kulit ayam.

"Yang menjadi masalah adalah kalau dibakar sampai hitam-hitam. Hitam-hitamnya itu yang karsinogenik," ungkapnya. Namun, ia juga menegaskan bahwa jika kulit ayam hanya dibakar biasa tanpa sampai gosong pekat, maka risiko karsinogeniknya rendah.

Dalam video tersebut, dr. Tirta mengkritik praktik penyebaran informasi kesehatan yang hanya mengambil sebagian fakta dan menakut-nakuti masyarakat.

Ia mencontohkan narasi seperti "makan kulit ayam menyebabkan kanker" atau "telur ceplok bisa picu kanker" sebagai bentuk simplifikasi berbahaya yang membuat publik salah paham dan takut tanpa dasar kuat.

Menurutnya, penyebab kanker sangat kompleks. Berdasarkan studi epidemiologi dan medis, sekitar 50% kasus kanker bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya secara pasti.

Sementara itu, sekitar 20% kasus kanker berkaitan dengan gaya hidup, seperti merokok, pola makan, kurang aktivitas fisik, atau paparan zat kimia berbahaya.

"Saya kuliah hanya untuk tahu bahwa penyebab kanker, separuhnya adalah unknown," ujarnya dengan nada menekankan.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua kasus kanker bisa ditelusuri secara langsung ke satu jenis makanan atau kebiasaan tertentu.

Meskipun demikian, Dr. Tirta mengakui ada beberapa jenis kanker yang penyebabnya sudah diketahui.

Misalnya, kanker tulang bisa disebabkan oleh cedera tulang yang tidak ditangani dengan benar, menyebabkan peradangan kronis dan sel-sel abnormal.

Kanker kulit jenis SCC (Squamous Cell Carcinoma) dan BCC (Basal Cell Carcinoma) juga telah dikaitkan dengan paparan sinar matahari berlebih.

Selain itu, kanker paru jelas berkaitan erat dengan paparan asap rokok dan polusi industri.

Kanker usus besar (kolorektal) banyak dipengaruhi pola makan tinggi daging merah, makanan olahan, dan rendah serat.

Namun, untuk kanker lain seperti leukemia, kanker otak, limfoma, atau kanker ginjal, hingga kini belum diketahui pasti faktor penyebab dominannya.

Halaman:

Tags

Terkini