SketsaNusantara.id - Sejak tahun 2018, Tonny Berthiolios, seorang pemuda lulusan Universitas Dr. Oetomo Surabaya jurusan perikanan mendirikan Crab House Aquatic untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada dalam budi daya kepiting tradisional.
Tantangan-tantangan tersebut umumnya berupa kanibalisme antar kepiting dan adaptasi lingkungan yang jadi penyebab kematian kepiting sangat tinggi.
Oleh sebab itu, Tonny berinovasi menciptakan Vertical Crab House, sistem yang memastikan kepiting tumbuh dengan baik karena dibudidayakan di ruang terbatas yang bersusunan menyerupai apartemen.
Setiap kepiting ditempatkan di ruangan mandiri berukuran 3x3 agar pertumbuhannya lebih terkontrol. Terutama demi menekan kanibalisme, sebab kepiting suka menyerang sesamanya.
Konsep Vertical Crab House (disebut juga dengan apartemen kepiting) diadaptasi Tonny dari teknologi-teknologi budi daya kepiting modern yang sudah berkembang di negara luar.
Sistem ini amat menguntungkan bagi peternak kepiting, terutama karena menghemat ruangan dan mempercepat proses pemasaran.
Bahkan, Tonny mengembangkan budi daya kepitingnya di tengah kota. Tepatnya di Jalan Menganti, Kecamatan Wiyung, Surabaya.
Awalnya Tonny membeli bibit dari nelayan sekitar lalu membuat pakan sendiri untuk meminimalisir pengeluaran.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman crabaquatic.com, sistem yang ramah lingkungan ini berhasil menekan kematian kepiting hingga sekitar 20%.
Baca Juga: Dari Mangrove hingga UMKM, Begini Cara OCBC Ubah Bisnis Jadi Lebih Ramah Lingkungan
Selain itu, ia juga sukses menggemukkan kepiting kurus yang sukar dijual di pasaran dalam kurun waktu 2–4 minggu saja.