Ia mengisahkan tentang Minke, seorang anak pribumi cerdas yang duduk di bangku sekolah yang didominasi oleh anak-anak Eropa.
2. Ronggeng Dukuh Paruk - Ahmad Tohari
Sejarah, termasuk pola hidup rakyat zaman dulu, seringkali direkam dalam bentuk tulisan dan catatan.
Lewat novel Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari melukiskan kehidupan warga Desa Dukuh Paruk yang terpencil dan terbelakang di Jawa.
Novel ini pun berpengaruh besar hingga dijadikan bahan penelitian oleh banyak mahasiswa, menarik perhatian penerjemah asing, hingga diadaptasi menjadi film.
3. Laskar Pelangi - Andrea Hirata
Bukan rahasia lagi jika Laskar Pelangi karya Andrea Hirata memberi inspirasi dan menyentuh hati generasi yang pernah membaca karyanya.
Novel yang mengisahkan tentang anak-anak miskin di Pulau Belitung ini menanamkan semangat pendidikan dan meraih cita-cita bagi banyak orang.
Saking berpengaruhnya, Laskar Pelangi telah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa, diterbitkan di berbagai negara, serta menerima penghargaan bergengsi.
4. Cantik Itu Luka - Eka Kurniawan
Buku ini berpusat pada kisah seorang perempuan yang dipaksa menjadi wanita penghibur pada zaman penjajahan.
Oleh sebab itu, Cantik Itu Luka tidak cocok bagi mereka yang mencari bacaan ringan. Namun tak bisa dipungkiri bahwa novel ini amat berpengaruh hingga memborong dua penghargaan internasional, yaitu World Reader’s Award pada tahun 2016 dan Prince Clause Awards pada tahun 2018.
Selain empat buku yang sudah disebutkan, kamu bebas membaca karya-karya lain yang tidak kalah kerennya. Menaikkan minat baca tidak mesti dengan buku-buku klasik, tetapi bisa mulai dari mana saja. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!