Tujuannya adalah untuk menyoroti kebutuhan meningkatkan kualitas hidup individu dengan autisme sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang penuh dan bermakna sebagai bagian dari masyarakat di sekitarnya.
Setiap tahun, PBB menetapkan tema khusus untuk Hari Peduli Autisme Sedunia guna menyoroti aspek tertentu dari autisme.
Tema Hari Peduli Autisme Sedunia tahun 2025 adalah "Memajukan Neurodiversitas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB".
Tema ini menyoroti bagaimana kebijakan dan praktik inklusif dapat membantu penyandang autisme dalam berbagai bidang kehidupan.
Ada banyak cara yang dilakukan untuk memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia. Salah satunya dengan melakukan kampanye melalui media sosial, poster, atau acara publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang autisme.
Biasanya di rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia juga mengadakan kegiatan yang melibatkan individu dengan autisme, untuk ikut serta dalam pameran seni, pertunjukan musik, atau olahraga bersama, untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
Selain itu, bisa juga dengan memberikan pelatihan kepada guru dan staf sekolah tentang cara mendukung siswa dengan autisme di lingkungan pendidikan.
Materi edukasi tentang autisme kepada masyarakat luas untuk mengurangi stigma dan kesalahpahaman terhadap penyandang autisme.
Biasanya dalam peringatan World Autism Awareness Day banyak dilakukan kampanye global "Light It Up Blue" dengan menerangi bangunan atau landmark dengan cahaya biru sebagai simbol dukungan terhadap individu dengan autisme.
Dengan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, Hari Peduli Autisme Sedunia dapat menjadi momentum untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan ramah bagi individu dengan autisme.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini