SketsaNusantara.id - Belum lama ini, penulis dan musisi Fiersa Besari membagikan momen ketika mendaki dari Puncak Carstensz Papua yang dilakukan di awal bulan Ramadhan.
Mendaki gunung saat berpuasa dapat menjadi tantangan tersendiri terutama bagi para pendaki yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa tanpa mengorbankan hobi mereka.
Kegiatan ini memerlukan persiapan khusus agar pendakian berjalan aman dan puasa tetap lancar sehingga tidak mengganggu ibadah wajib di bulan Ramadhan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @foresteradventure dan berbagai sumber, berikut beberapa tips yang dapat membantu para pecinta trekking dan hiking mendaki gunung saat berpuasa.
1. Pilih Jalur Pendakian yang Tidak Terlalu Berat
Memilih jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang rendah atau sedang sangat disarankan saat berpuasa.
Hal ini untuk menghindari kelelahan berlebih yang dapat mempengaruhi kondisi fisik Anda selama berpuasa.
Salah satu jalur pendakian yang bisa jadi destinasi adalah Gunung Api Purba Nglanggeran di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tingginya 700 mdpl dengan mayoritas jalur trekking landai, namun memiliki pemandangan sunset yang bagus dan cocok menemani suasana berbuka puasa di puncak.
Selain itu, pilihlah gunung yang sudah pernah dituju sebelumnya agar lebih familiar dengan medannya dan perhatikan destinasi yang jalur pendakian ketimbang membuka jalur baru.
2. Lakukan Persiapan Fisik Sebelum Mendaki
Sebelum melakukan pendakian saat berpuasa, penting untuk melakukan latihan fisik ringan secara rutin.