Pejantan belumlah berkokok
Sesajen telah terhidang dari Sang Dewi
Api dendammu membara
Bagai gunung yang murka
Kau banting tulang, demi mengais asa
Asamu yang tertinggal di gubuk itu
Menapaki hari tak berkeluh- kesah
Meski keringat telah bercucuran membentuk pulau-pulau pengharapanmu
Bahkan di dalam kegelapan pun kau masih paksakan tangan dan kakimu untuk bekerja
Tak pernah mengenal lelah
Bahkan di matamu aku dapat melihat harapan yang begitu besar
Sebab dalam gubuk yang kau bawakan matahari, akan tumbuh benih-benih baru yang kau tanam bersama Sang Dewi
Meski setelah itu kau mati.
3. Sang Buruh
Pagi ku terlindas waktu
Artikel Terkait
Buku Puisi Rindu yang Tak Kenal Jalan Pulang Karya Irma Devita, Ode Tertinggi Penghormatan Kepada yang Terkasih
6 Link Unduh Poster Hari Puisi Nasional 2026, Kenang Peran Chairil Anwar Lewat Puisi!
Popular! Ucapan dan Pesan Bermakna Perayaan Hari Puisi Nasional 28 April 2026, Share Langsung di Instagram!
13 Ucapan Hari Puisi Nasional 28 April 2026, Pilihan Kata Puitis untuk Status dan Caption
8 Link Twibbon Hari Puisi Nasional 28 April 2026, Bingkai Foto Terupdate dan Keren untuk Postingan Instagram